Oknum Guru SMPK Immaculata Ruteng Diduga Aniaya Siswi, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

 

Ruteng, NTT//SI.com- Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMPK) Immaculata Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru berinisial AP di Sekolah tersebut.

Kasus ini kini resmi dilaporkan oleh orang tua korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Manggarai, Rabu (05/08/2026) malam.

Setelah membuat laporan polisi, korban langsung menjalani visum di RSUD Ruteng sebagai bagian dari proses penyelidikan atas dugaan tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh guru wali kelas korban.

Korban berinisial VH perempuan 12 tahun yang duduk dibangku kelas II SMP Immaculata, yang tinggal diasrama dalam sekolah, mengaku dianiaya oleh oknum guru berinisial AP.

Kepada Wartawan, ibu korban berinisial VD menyampaikan bahwa, pada Selasa (04/08/2026) anaknya sekolah siang sekitar pukul 12.00 wita, karena sedang ada renovasi beberapa ruang kelas.

Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar, ibu guru wali kelas korban (terduga pelaku) belum berada di kelas. Jadi, korban dan satu temannya pergi menemui guru Bahasa Indonesia yang tak jauh dari ruang kelas mereka untuk menanyakan apakah tugas dari guru Bahasa Indonesia tersebut masih jadi dilaksanakan pada hari itu yakni ; Selasa (04/08/2026).

Usai menemui guru Bahasa Indonesia itu, korban bersama satu temannya langsung kembali ke kelas untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Sampai dikelas, ternyata ibu wali kelas mereka sudah berada didalam ruang kelas, dan sementara berdo’a bersama siswa/i diruang kelas itu. Selesai berdo’a, anak saya bersama temannya langsung mengetok pintu dan masuk kedalam ruang kelas. Namun, keduanya disambut dengan emosi, dan langsung mencubit daun telinga dari kedua siswi sebanyak dua kali, nah tidak puas diplintir sebanyak dua kali itu, ditambah lagi menggunakan kuku, sampai daun telinga dari anak saya luka”, ungkap ibu korban meniru ucapan anaknya

Ibu korban juga menceritakan bahwa setelah peristiwa itu, kedua korban takut untuk meberitahukan kejadian itu kepada orang tua, karena takut dikeluarkan dari sekolah.

“Temannya lebih para, kulit telinganya sudah keluar, tapi takut untuk memberitahukan kejadian itu”, ujar ibu kandung VH

Ibu kandung VH (korban) juga menyebut bahwa, pada Rabu (05/08/2026) siang, ia ditelephone sama anaknya menggunakan hanphone milik guru yang diketahui bernama ibu Oy mantan guru wali kelas VH saat duduk dibangku kelas I SMPK Immaculata.

“Dalam percapakan telephone itu, anak saya sempat menipu saya dan mengatakan “mami saya ada infeksi telinga karena pakai anting, mami bisa antar alkohol kah, sama nona mas”, pinta VH kepada ibunya

Setibanya ibu korban diasrama, melihat kondisi telinga VH yang menurutnya aneh, ibu korban langsung menanyakan penyebab luka yang sebenarnya ditelinganya itu.

“VA jujur, ini tidak mungkin karena anting, karena luka ini sampai kedaun telinga bagian atas. Setelah saya tanya dia berulang-ulang baru dia berani jujur “mami kemarin saya di cubit oleh guru ditelinga, dan lain sebagainya”, cetus ibu kandung VH

Atas kejadian itu, ibu kandung korban juga mengaku bahwa saat ini anaknya mengalami trauma, dan malu sama teman-teman sekelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah SMPK Immaculata Ruteng belum berhasil dikonfirmasi.

Pewarta : Dody Pan

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang