Borong, NTT//SI.com- Polemik dugaan kelalaian pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyebabkan meninggalnya seorang pasien rujukan terus bergulir.
Selviana Tijung, Ibu hamil asal Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong.
Eccel J yang mengaku sebagai saudara Selviana Tijung (korban) mengatakan bahwa dirinya sempat berdebat dengan petugas di RSUD tersebut. Ia mendatangi ruang perawatan RSUD Borong pada Sabtu siang.
Menurut Ecel, saat berada di ruangan tersebut, Selviana menarik tangannya dan memohon agar dirinya berkomunikasi dengan pihak rumah sakit supaya segera dilakukan operasi caesar.
“Saudari saya sudah tidak berdaya. Dia mohon ke saya untuk berusaha supaya pihak rumah sakit segera melakukan operasi caesar,” kata Ecel di RSUD Borong, Minggu siang.

Setelah menerima permintaan tersebut, Ecel kemudian mempertanyakan kondisi Selviana kepada petugas di ruang nifas.
Namun, ia mengaku mendapat teguran karena dinilai bukan pihak yang berhak mengambil keputusan terkait tindakan medis pasien selain suaminya.
Ecel mengatakan, dirinya kemudian berdebat dengan petugas. Ia mempertanyakan alasan Selviana dirujuk ke RSUD Borong apabila pada akhirnya tetap diarahkan untuk melahirkan secara normal
Peristiwa tersebut kemudian ia unggah ke media sosial hingga menjadi viral.
“Dugaan saya mereka operasi saudari saya karena sudah viral. Tetapi kondisinya sudah tidak berdaya,” kata Ecel.
Sebagai keluarga, Ecel mengaku kecewa terhadap pelayanan RSUD Borong. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.
“Pemda Manggarai Timur harus evaluasi total terhadap RSUD Borong. Nanti banyak korban kalau pelayanan seperti ini dibiarkan. Mereka utamakan prosedur dari pada nyawa manusia,”tegas Ecel
Atas unggahan tersebut, pihak RSUD Borong berencana akan melaporkan Ecel ke pihak Kepolisian untuk diproses secara hukum karena telah mengviralkan kasus tersebut di akun facebook miliknnya atas nama Eccel J, dan menilai telah mencaci maki petugas di RSUD Borong.
Upaya Konfirmasj Wartawan
Untuk diketahui, pada Kamis 3 September 2026, pukul 13.52 wita siang, media ini melakukan upaya konfirmasi kepada Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSUD) Borong, Kresensia Nensy, melalui pesan WhatsApp untuk menanyakan kebenaran rencana dari pihak Rumah Sakit untuk melaporkan saudara Ej atau Eccel yang mengaku sebagai keluarga Selviana Tijung (korban) ke pihak Kepolisian.
Kresensia Nensy, selaku Direktur RSUD Borong mengarahkan Wartawan media ini untuk menanyakan kepada Humas, dan mengirimi nomor WhatsApp Humas RS tersebut atas nama, Elan Galis.
“Silahkan dg Humas ya”, tulis Kresensia Nency dengan singkat
Atas arahan tersebut, media ini langsung mengirimi pesan WhatsApp kepada Humas tersebut untuk menanyakan pertanyaan yang sama. Namun, Elan Galis selaku Humas mengaku belum mendapat arahan dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong.
“Untuk ini belum ada arahan direktur”, balas Elan Galis dengan singkat
Upaya jurnalis untuk mendapatkan perimbangan berita justru berujung pada aksi saling tunjuk antara Direktur, dan Humas Rumah Sakit Borong, di Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.
Tak berhenti sampai disitu, pada malam hari, yakni Kamis 3 September 2026, media ini kembali mencoba menghubungi Direktur dan Humas melalui panggilan WhatsApp selama beberapa kali, Namun keduanya tidak mengangkat telephone WhatsApp tersebut, dan hingga berita ini diterbitkan, media ini belum mendapat konfirmasi balik dari Direktur dan Humas RSUD Borong.
Pewarta : Dody Pan
































