Aktivis Doni Parera Mendesak, Kedua Oknum Tentara yang Diduga Menganiaya Warga Sipil Harus Diproses di Pegadilan Sipil

 

Labuan Bajo, NTT//SI.com– Aktivis Doni Parera mengecam keras tindakan dugaan penganiayaan terhadap seorang warga sipil yang disebut dilakukan oleh dua orang oknum Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) yang diketahui dari Komando Distrim Militer (Kodim) 1630/Manggarai Barat, yang terjadi di Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 8 September 2026 lalu.

Doni Parera menyebut, peristiwa ini menjadi pelajaran paling jelas bagi masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Flores untuk menolak kehadiran KOREM atau pembentukan batalion atau apapun istilahnya yang intinya menambah jumlah tentara semakin banyak di bumi flores.

Kata Doni, saat jumlahnya masih sedikit saja sudah banyak gesekan dan penganiayaan terhadap masyarakat sipil. Dapat dibayangkan kalau nanti mereka sudah hadir dalam jumlah yang banyak, Flores yang kata orang paradise, indah, aman, tentram, bisa jadi tidak akan aman lagi bagi orang Flores sendiri, akibat militerisme.

“Saya kwatir dengan kondisi banyak tentara kelak di Flores, wisatawan akan menjadi resah karena menganggap ada sesuatu yang tidak beres meihat ada militer dimana-mana. Mereka jadinya akan menikmati liburan dalam kondisi yang was-was, kemudian rekomendasikan untuk tidak kunjungi Flores. Hal ini bisa membuat mati pariwisata kita, yang menjadi penopang ekonomi yang menghidupkan banyak sektor”, kata Doni

Doni menyebut, apalagi dalam video yang beredar, anggota TNI yang diduga mengeroyok dan menganiaya warga sipil berteriak bahwa tindakannya itu sudah sepengetahuan atasan mereka, dan sambil memaki-maki kemudian melakukan penganiayaan kepada masyarakat sipil dengan memakai seragam tempur.

“Ini bahaya sekali”, ucap Doni

Lebih lanjut Doni mengatakan bahwa, disatu pihak, dalam konferensi pers (konpres) dari Dandim 1630/Manggarai Barat, menurut Doni, sangatlah tendensius membela anak buahnya.

“Ada versi pengakuan anak buahnya yang tidak di kroscek dengan keterangan saksi lain di lokasi, yang tidak ada yang melihat korban membawa parang, apalagi sampai acungkan kepada pelaku, yang ditengarai jadi sebab pengeroyokan dan penganiayaan itu”, ungkap Doni

Kata Doni, asumsi masyarakat bisa liar, dan citra TNI bisa jadi buruk. Flores butuh banyak Dokter, Guru, tenaga penyuluh. Bukan banyak tentara.

Doni juga mendesak agar kedua terduga pelaku harus diproses hukum secara transparan di pengadilan sipil.

Kronologi Kejadian Menurut Istri Korban 

Menurut istri korban yang dianiaya oleh kedua oknum anggota TNI AD aktif yang berinisial J, sebelum kejadian, korban baru saja pulang mancing ikan. Setelah tiba di rumah, korban kemudian beristirahat sejenak sambil menunggu ikan dan nasi yang sedang dimasak.

Namun, makanan tersebut disebut belum sempat disantap ketika tiba-tiba sejumlah orang datang ke sekitar rumah korban.

J menuturkan, sejumlah orang yang datang tersebut diduga melakukan pengrusakan pagar rumah korban. Mereka disebut tidak hanya terdiri dari anggota TNI, tetapi juga beberapa warga sipil.

Melihat aksi tersebut, korban kemudian berdiri di sekitar rumah sambil merekam kejadian menggunakan handphone.
Saat korban masih merekam, menurut J, seorang anggota TNI kemudian menghampiri korban.

J menyebut anggota TNI tersebut kemudian melakukan pemukulan terhadap korban ketika korban masih memegang handphone dan merekam kejadian.

“Korban tidak melakukan perlawanan saat dugaan pemukulan itu terjadi,” ujar istri korban

Istri korban (J) mengatakan dirinya mengetahui dan menyaksikan langsung rangkaian kejadian tersebut. Ia kemudian menyampaikan kronologi tersebut kepada pihak media.

Pihak keluarga korban saat ini disebut masih berkoordinasi dengan kuasa hukum. Keluarga juga masih mengumpulkan informasi dan bukti terkait dugaan penganiayaan tersebut sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Pewarta : Dody Pan

 

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang