Ruteng, NTT//SI.com- Dua orang relawan Karitas Indonesia dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di Wilayah Karot, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Minggu 13 September 2026 sekitar pukul 14.20 WITA.
Keduanya diketahui dianiya saat tengah menjalankan tugas kemanusian pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang pulau flores pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.
Kasi Humas Polres Manggarai, AKP Ngurah Saba Nugraha saat dikonfirmasi SaranaInformasi.com pada Senin 14 September 2026 sore membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa benar telah terjadi kasus penganiayaan di Wilayah Karot, pada Minggu 13 September 2026.
“Benar Pak, ada kejadian penganiayaan tersebut, terjadi hari minggu di Karot. Peristiwa tersebut sudah dilaporkan di Polres Manggarai, saat ini peristiwa tersebut masih didalami”, ungkap Nugraha saat dikonfirmasi SaranaInformasi.com Senin 14 September 2026 sore
AKP Ngurah Saba Nugraha, menyebut, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 14.20 WITA. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Manggarai pada pukul 18.02 WITA.
Berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/183/IX/2026/SPKT POLRES Manggarai/Polda NTT, korban berinisial YIJ (26), warga Kecamatan Langke Rembong, dilaporkan mengalami keseluruhan setelah rombongan relawan yang ditumpanginya dilempari oleh orang tak dikenal.
Kejadian bermula ketika pelapor berinisial ASL bersama YIJ dan sejumlah relawan lainnya dalam perjalanan menggunakan mobil dari Reo menuju Ruteng. Saat memasuki wilayah Kota Ruteng, tepatnya di Karot, kendaraan yang mereka tumpangi tiba-tiba dilempari oleh orang tak dikenal.
“Merasa kendaraannya dilempari, beberapa orang dari rombongan kemudian turun dari mobil untuk mendekati orang yang diduga melakukan pelemparan tersebut”, jelas Nugraha
YIJ kata Nugraha diduga langsung dipukul oleh salah seorang yang berada di lokasi. Setelah kejadian, korban bersama pelapor dan rekan-rekan relawan lainnya mendatangi SPKT Polres Manggarai untuk melaporkan peristiwa tersebut agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
Nugraha juga menyebut bahwa, selain YIJ, seorang relawan lainnya berinisial YDB, yang berprofesi sebagai sopir dan berdomisili di wilayah Langke Rembong, juga dilaporkan menjadi korban dalam kejadian tersebut.
“Kasus yang dialami YDB dilaporkan ke SPKT Polres Manggarai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/184/IX/2026/SPKT POLRES MANGGARAI/POLDA NTT”, terangnya
Ia juga menjelaskan bahwa, hingga saat ini, identitas pelaku belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian juga masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk dugaan pelemparan kendaraan dan penggeledahan terhadap dua orang relawan tersebut.
“Proses hukum selanjutnya diharapkan dapat mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian yang menimpa para lawan tersebut,” tutup Nugraha
Kronologi Singkat yang Disampaikan Korban.
YIJ kepada SaranaInformasi.com saat ditemui di Polres Manggarai, Senin 14 September 2026 sekitar pukul 18.30 WITA mengatakan bahwa saat itu, ia bersama beberapa relawan dan sejumlah dokter pulang membawa bantuan bagi warga terdampak gempa di Latung, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai.
Saat dalam perjalanan mau memasuki kota Ruteng, tiba-tiba sebuah sepeda motor yang ditumpangi oleh dua orang menayalip mobil yang mereka tumpangi secara ugal-ugalan.
“Kami juga kaget, sebanyak dua atau tiga kali motor mereka menyalip mobil yang kami tumpangi dan melakukan sik-sak (ugal-ugalan) didepan kami, dan sekitar berjarak hanya 1 meter”, kata YIJ
YIJ menyebut, tiba-tiba saat mereka sampai dirumah pertama masuk wilayah karot (pohon bambu) mobil yang mereka tumpangi dilempari menggunakan batu besar.
“Melihat dan mendengar lemparan yang mengenai mobil, kami langsung berhenti dan turun dari mobil untuk menanyakan apa alasan mereka melempari mobil kami. Saya baru mau bertanya, tiba-tiba saya langsung dipukul dari belakang menggunakan batu, dan rahang bagian kanan saya langsung berdarah. Melihat itu, teman-teman saya yang lain langsung kembali lagi kedalam mobil karena takut, saya dengan YDB yang kena pukul dari mereka, saya hafal wajah pelaku itu, tapi saya tidak tahu nama mereka”, ungkap YIJ
Pewarta : Dody Pan
































