Borong, NTT//SI.com- Semangat iman kekhusyukan doa, dan ikatan persaudaraan mewarnai prosesi penyerahan dan penerimaan Arca Bunda Maria dalam rangka bulan Rosario yang berlangsung di wilayah St. Erasmus Cepi Watu, Paroki St. Gregorius Borong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Senin (26/10/2026) sore.
Tema yang diusung dalam prosesi Arca Bunda Maria, tersebut “Berjalan Bersama Arca Bunda Maria, Menemukan Harapan dan Keteguhan Iman dalam Situasi Gempa”.
Dalam penyerahan, dan penyambutan Arca Bunda Maria tersebut, diawali dengan “Tuak Kepok” sebagai simbol penghargaan dan penghormatan dalam budaya adat Manggarai.
Kedua umat dari wilayah St. Alexander, dan wilayah St. Erasmus mengenakan busana adat Manggarai.
Kegiatan tersebut menjadi momentum Rohani bagi umat Katolik untuk memperdalam penghayatan iman sekaligus mempererat kebersamaan dalam kehidupan menggereja.
Prosesi diawali dengan perarakan Arca Bunda Maria dari wilayah St. Alexander, kampung Golo menuju wilayah St. Erasmus, Cepi Watu Tambak. Perjalanan devosional tersebut bukan sekadar rangkaian tradisi keagamaan, melainkan sebuah ungkapan iman yang mengajak umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, refleksi, dan keteladanan hidup Bunda Maria.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan. Doa penyerahan kepada Bunda Maria mengawali prosesi, disusul doa penerimaan sebagai ungkapan syukur dan komitmen untuk melanjutkan devosi dalam semangat Bulan Rosario.
Setelah seluruh rangkaian penyambutan telah dilaksanakan, Arca Bunda Maria kemudian diarak keliling KBG St. Maria Bintang Laut Cepi Watu, sebelum menuju ke tempat pentahtaan dirumah salah satu umat di wilayah St. Erasmus, a/n Arnoldus. Arca Bunda Maria selanjutnya dikalungi selendang songket Manggarai, dan dilanjutkan dengan misa bersama umat wilayah St. Erasmus Cepi Watu, selaku tuan rumah, dan umat wilayah St. Alexander yang dipimpin RD. Pankrasius Wahu Nudan.

Prosesi ini menjadi simbol kesinambungan kehidupan rohani umat, sekaligus pengingat bahwa iman harus terus dipelihara melalui doa, ketekunan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua wilayah St. Erasmus, Wihelmus Rambung, menyampaikan ucapan terima kasih kepada wilayah St. Alexander Beo Golo yang dengan penuh suka cita dan rasa syukur telah mengantar Arca Bunda Mari ke wilayah St. Erasmus Cepi Watu.
“Saya selaku ketua wilayah St. Erasmus Cepi Watu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi demi kelancaran prosesi Arca Bunda Maria di wilayah kami”, ungkap Wihelmus.
Ia juga secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Remaja Masjid (ReMas) Cepi Watu yang turut mengambil bagian dalam prosesi Arca Bunda Maria dari wilayah St. Alexander ke wilayah St. Erasmus.
Wihelmus juga berharap, agar kedepannya toleransi, dan tali persaudaraan antar umat beragama terus dirajut dengan baik.
“Hidup kita manusia ibarat sebuah ziara. Ziara ditengah dunia yang penuh dengan kerinduan hampa, yang penuh dengan kebencian, yang penuh dengan penindasan, yang penuh akan kepalsuan-kepalsuan akan nilai-nilai hidup”, pungkasnya
Wihelmus juga menyebut, dalam dunia masa kini, kita pantas bertanya diri. Masihkah terang bersinar? masihkah cinta membias? masihkan hidup kita berarti?
“Munkinkah nilai-nilai hidup kristiani, nilai-nilai iman masih bertumbuh subur dalam hati kita, disisi lain hidup kita manusia penuh dengan gejolak ada suka, ada duka, ada situasi dimana kita dirundung duka nestapa seperti gempa bumi yang baru saja kita alami. Berlindunglah pada Bunda Maria ketika kita mengalami suasana gembira, karena Bunda Maria telah mengunjungi kita di wilayah St. Erasmus”, cetusnya

Senada, Ketua KBG St. Maria Bintang Laut Cepi Watu, Hendrikus Jeganggur, menyampaikan bahwa, dirinya sebagai Ketua KBG sangat merasa bersyukur karena pada prosesi Arca Bunda Maria pada Senin (26/10/2026) berjalan dengan baik dan aman.
Dikatakannya, Bunda Maria datang mengunjungi wilayah sekaligus KBG, dan disambut dengan penuh suka cita oleh umat dari setiap KBG khususnya keempat KBG yang berada di wilayah St. Erasmus.
“Dalam suasana perarakan ini, tentunya juga, kami merasa bangga karena ada keterlibatan dari Remaja Masjid, yang memang pada dasarnya menjadi sebuh sikap toleransi antara umat beragama”, ungkap Hendrikus selaku ketua KBG St. Maria Bintang Laut Cepi Watu
Dirinya berharap, dengan keterlibatan ReMas, prosesi Arca Bunda Maria, tentunya akan menghadirkan rasa kedamaian dan suasana keakraban, serta ada kerjasama lintas agama khususnya dalam acara kerohaniaan.
“Sebagai ketua KBG, saya menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada ReMas yang telah berpartisipasi dalam prosesi Arca Bunda Maria”, ungkapnya
Toleransi Antar Umat Beragama.
Dalam perosesi perarakan Arca Bunda Maria tersebut, Remaja Masjid (ReMas) Cepi Watu, Desa Nanga Labang, Kecmatan Borong, turut berpartisipasi untuk menjaga keamanan demi kelancaran dari prosesi perarakan Arca Bunda Maria yang dilaksanakan oleh umat wilayah St. Alexander, dan umat wilayah St. Erasmus.
San Arba,a Muis, selaku mantan Ketua Remaja Masjid (ReMas) yang saat ini menjabat sebagai ketua Pemuda Muslim di Cepi Watu, mewakili ReMas mengatakan, pihaknya sangat merasa bersyukur dan berterima kasih karena telah diundang dan diberi kepercayaan untuk ikut berpartisipasi dalam prosesi perarakan patung Bunda Maria tersebut.
“Kami merasa bersyukur karena kami diundang untuk ikut berpartisipasi, dan kami merasa dihargai”, ungkap San Arba’a Muis, saat diwawancara SaranaInformasi.com
Ia juga berharap, di Kabupaten Manggarai Timur, khususnya di Cepi Watu harus ada toleransi antar umat beragama, karena menurutnya bahwa itu sangatlah penting.
“Kami sangat merasa berterima kasih karena sudah diundang untuk ikut berpartisipasi dalam prosesi perarakan patung Bunda Maria, dan toleransi antar umat beragama itu harus terus terjalin”, katanya
San Arba’a Muis, juga mengatakan bahwa, selain kegiatan prosesi perarakan patung Bunda Maria, Pemuda Muslim dan ReMas Cepi Watu juga sering mengambil bagian dalam hari raya besar umat Katolik, seperti hari raya Natal, dan hari raya Paskah.
“Kami juga biasa diundang dari Toka, untuk pengamanan demi kelancaran upacara hari raya di Gereja Toka”, pungkas San
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, sebaliknya juga, pada saat hari raya besar dari umat Muslim, seperti hari raya Idulfitri, mudika Gereja Toka juga turut berpartisipasi, untuk pengamanan hari raya umat Muslim.
“Disaat kami menjalankan hari raya Idulfitri, mudika dari Paroki Toka juga datang disini (Cepi Watu) untuk mengambil bagian dalam hari raya kami”, ungkap San
“Pokoknya kami disini sifat toleransi antar umat beragama sanagat tinggi. Bahkan ada Bapak RT selaku ketua wilayah, bersama Bapak Imam juga tadi ikut memantau pelaksanaan perarakan patung Bunda Maria oleh umat Katolik”, lanjutnya
San Arba’a Muis juga berharap, kedepannya kalau ada kegiatan atau hari raya besar dari umat Katolik, jangan sungkan untuk mengundang Remaja Masjid (ReMas) khususnya ReMas Cepi Watu.
“Pokoknya ReMas akan selalu siap untuk berpartisipasi kapan saja”, tutupnya
Pewarta : Dody Pan

































