Keluarga Selviana Tijung yang Diduga Meninggal Akibat Kelalaian RSUD Borong Surati DPRD Matim untuk Segera Lakukan RDP

 

Borong, NTT//SI.com– Seorang pasien ibu hamil atas nama Selviana Tijung, meninggal dunia diduga akibat kelalaian penanganan pihak medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 30 Agustus 2026 setelah menjalani operasi caeser.

Selviana Tijung merupakan warga Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara. Ia sebelumnya menjalani pemeriksaan di Puskesmas Dampek sebelum dirujuk ke RSUD Borong.

Keluarga menyebut Selviana tiba di RSUD Borong pada malam 27 Agustus 2026. Setelah menjalani proses persalinan, ia akhirnya menjalani operasi caesar pada 29 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WITA. Operasi tersebut berhasil melahirkan bayi perempuan. Namun, Selviana kemudian menjalani perawatan dan akhirnya meninggal dunia.

Keluarga Korban Surati DPRD Matim

Atas peristiwa tersebut, keluarga korban Selviana Tijung menyurati Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur. Surat tersebut ditandatangani oleh Salestinus Janu, serta didukung oleh suami dan keluarga besar menyampaikan pengaduan resmi terkait pelayanan kesehatan di RSUD Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Kepada SaranaInformasi.com Senin (06/09/2026) malam, Salestinus menyampaikan beberapa poin tuntutuan.

Pasien di rujuk dari posko kesehatan korban gempa Flores di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, dengan instruksi tindakan operasi caesar segera. Namun kata Salestinus, sesampainya di RSUD Borong, penanganan operasi ditunda selama beberapa hari, dan diduga dipaksakan menggunakan obat perangsang (Induksi).

Lebih lanjut Salestinus menuturkan bahwa, pihak keluarga telah berulang kali memohon tindakan cepat kepada petugas medis karena kondisi pasien yang kian memburuk. Namun permohonan tersebut tidak direspons secara cepat atau sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Akibat keterlambatan tindakan operasi caesar tersebut, nyawa ibu Selviana Tijung, tidak dapat diselamatkan pascaoperasi. Hal ini meninggalkan duka mendalam bagi keluaga dan mencoreng mutu pelayanan kesehatan publik di Manggarai Timur”, kata Salestinus Janu

Salestinus menyebut, mengingat fungsi DPRD dalam melakukan pengawasan terhadap institusi pemerintah daerah dan pemenuhan hak-hak dasar warga.

“Kami mendesak DPRD Manggarai Timur, untuk segera mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan memanggil direktur RSUD Borong, jajaran dokter/bidan yang menangani ibu Selviana Tijung”, tegas Salesinus

Selain itu, Salestinus juga meminta DPRD Manggarai Timur untuk memanggil juga pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, serta keluarga korban.

Salestinus Janu juga berharap kepada DPRD Manggarai Timur, untuk bisa menekan pihak RSUD Borong, dan membentuk tim independent untuk mengaudit dan melakukan pembenahan managemen di RSUD Borong, agar kedepan tidak terjadi lagi kasus serupa.

Upaya Konfirmasi Wartawan Kepada Pihak RSUD Borong

Untuk diketahui, pada Kamis 3 September 2026, pukul 13.52 wita, media ini melakukan upaya konfirmasi kepada Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSUD) Borong, Kresensia Nensy, melalui pesan WhatsApp untuk menanyakan kebenaran rencana dari pihak Rumah Sakit tersebut untuk melaporkan saudara Ej atau Eccel yang mengaku sebagai keluarga Selviana Tijung (korban) ke pihak Kepolisian.

Kresensia Nensy, selaku Direktur RSUD Borong mengarahkan Wartawan media ini untuk menanyakan kepada Humas, dan mengirimi nomor WhatsApp Humas RS tersebut atas nama, Elan Galis.

“Silahkan dg Humas ya”, tulis Kresensia Nency dengan singkat

Atas arahan tersebut, media ini langsung mengirimi pesan WhatsApp kepada Humas tersebut untuk menanyakan pertanyaan yang sama. Namun, Elan Galis selaku Humas mengaku belum mendapat arahan dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong.

“Untuk ini belum ada arahan direktur”, balas Elan Galis dengan singkat

Upaya jurnalis untuk mendapatkan perimbangan berita justru berujung pada aksi saling tunjuk antara Direktur, dan Humas Rumah Sakit Borong, di Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.

Tak berhenti sampai disitu, pada malam hari, yakni Kamis 3 September 2026, media ini kembali mencoba menghubungi Direktur dan Humas melalui panggilan WhatsApp selama beberapa kali, Namun keduanya tidak mengangkat telephone WhatsApp tersebut, dan hingga berita ini diterbitkan, media ini belum mendapat konfirmasi balik dari Direktur dan Humas RSUD Borong.

Pewarta : Dody Pan

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang