IGTKI-PGRI Pusat Berikan Bantuan Kepada Guru TK Terdampak Gempa Flores, Bertempat di TK Santa Clara

 

Ruteng, NTT//SI.com- Bumi yang semula tenang mendadak berguncang hebat, meruntuhkan dinding-dinding rumah seketika, dan menyisahkan duka mendalam bagi masyarakat di Pulau Flores, khususnya Manggarai.

Merasa peduli, Ikatan Guru taman kanak-kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) merasa terpanggil untuk meninjau langsung para guru TK yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang bumi Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.

Titik penyaluran bantuan kemanusiaan IGTKI-PGRI pusat bertempat di TK Santa Clara, Redong, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Kamis 24 September 2026.

Eka Putri Handayani, M.Pd, selaku ketua umum pengurus pusat IGTKI-PGRI mengatakan bahwa, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas para guru TK seluruh Indonesia kepada rekan-rekan mereka yang terdampak gempa bumi.

“Kami guru TK se-Indonesia ikut berduka atas bencana yang terjadi. Bantuan yang kami berikan merupakan sumbangan dari seluruh guru TK di Indonesia. Sebab, ada juga guru TK yang terdampak gempa”, ungkap Eka Putri

Ia menyebut kehadiran IGTKI-PGRI di Flores bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan penguatan moral kepada para guru yang masih menghadapi dampak gempa dan gempa susulan.

Eka menambahkan bahwa kehadiran guru TK se-Indonesia ikut berduka atas bencana yang terjadi. Bantuan yang diberikan merupakan sumbangan dari seluruh guru TK di Indonesia, sebab ada juga guru TK yang terdampak gempa.

“Kami saling menguatkan, dan saling mendukung agar kita bisa keluar dari bencana ini”, kata Eka

Eka juga mengajak para guru TK di wilayah terdampak gempak untuk tetap bersabar, berpikir positif dan terus mengembangkan kemampuandiri. Ia mendorong para guru mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi, sertifikasi, serta memperbanyak membaca literatur untuk meningkatkan kualitas profesional.

Eka juga mendorong para guru TK untuk bergabung dalam organisasi PGRI. Karena menurut Eka, keberadaan organisasi bukan semata-mata untuk mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA), tetapi untuk menjadi wadah bersama dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru.

Eka juga turut menyoroti kesejahteraan guru TK dengan membandingkan pendapatan guru TK di sejumlah negara.

Ia juga mendorong para guru TK untuk menjadi ASN serta berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak kepada guru PAUD dan TK, termasuk terkait penempatan guru PPPK di sekolah-sekolah TK swasta.

“Semoga ada guru PPPK yang ditempatkan di TK swasta”, harap Eka

Dihadapan para guru TK terdampak gempa, Eka juga berpesan agar mereka tidak berhenti belajar dan terus menjaga semangat dalam menjalankan tugas mendidik anak-anak.

“Teruslah bersabar, teruslah berbuat baik, rajin belajar, dan selalu berakhlak mulia”, pesan Eka

Ia juga mengingatkan para guru agar tetap berlapang dada dan tidak menjadikan keberhasilan orang lain sebagai alasan untuk berkecil hati.

“Kesuksesan orang lain hendaknya menjadi inspirasi buat kita semua untuk terus maju”, kata Eka

PGRI juga diarahkan untuk membantu masyarakat umum yang terdampak bencana.

“Hari ini kami mengunjungi dan memberikan bantuan kepada para guru TK yang terdampak gempa Flores. IGTKI memberikan bantuan sesuai dengan jenis kerusakan, rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat”, ujar Eka

Selain menyalurkan bantuan, IGTKI-PGRI Pusat juga turun dan meninjau langsung rumah dari para guru TK yang roboh akibat gempa.

Pewarta : Dody Pan

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang