MUARA ENIM — Ketika tanah mulai mengering, sumber air menyusut dan kemarau terasa semakin panjang, manusia akhirnya menyadari betapa kecil dirinya di hadapan kuasa Sang Pencipta.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, Pemerintah Desa Sumaja Makmur, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, bersama masyarakat menggelar Sholat Istisqo, Jumat (4/9/2026). Doa dan harapan dipanjatkan agar Allah SWT segera menurunkan hujan sebagai rahmat bagi bumi yang tengah dilanda kekeringan.
Pelaksanaan Sholat Istisqo berlangsung di Lapangan Merdeka Sumaja Makmur. Kegiatan tersebut diikuti masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para pelajar SMP Negeri 3 Gunung Megang, SDN 15 Gunung Megang, SDN 16 Gunung Megang, tokoh agama, tokoh masyarakat serta perangkat desa.
Di bawah langit yang masih menyimpan harapan, seluruh jamaah menundukkan kepala. Dalam lantunan doa, terselip satu permohonan sederhana namun begitu berarti: agar hujan segera turun dan kehidupan kembali mendapatkan air.
Kepala Desa Sumaja Makmur, Paisal Putra, mengatakan Sholat Istisqo merupakan bentuk ikhtiar spiritual manusia ketika menghadapi kekeringan dan berbagai kesulitan akibat minimnya curah hujan.
Menurutnya, manusia adalah makhluk yang lemah dan memiliki keterbatasan. Karena itu, ketika kemampuan manusia tidak lagi mampu menjawab persoalan alam, sudah sepatutnya manusia kembali memohon pertolongan kepada Allah SWT.
“Melalui Sholat Istisqo ini, kita memohon air kehidupan. Kita memohon curahan hujan untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, menyuburkan tanah dan mengatasi kekeringan yang saat ini cukup berat,” ujar Paisal Putra.
Ia menegaskan, Sholat Istisqo bukan hanya sekadar pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi, memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.
“Ini adalah bentuk ikhtiar spiritual sekaligus penyerahan diri kita kepada Allah SWT. Kita menyadari bahwa manusia sangat bergantung kepada-Nya, terlebih ketika menghadapi kondisi kekeringan seperti sekarang,” katanya.
Paisal berharap, doa yang dipanjatkan bersama tersebut mendapat ridho dan dikabulkan oleh Allah SWT.
“Semoga melalui Sholat Istisqo yang kita laksanakan ini, Allah SWT mengabulkan doa dan segera menurunkan hujan sebagai rahmat bagi kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin,” ucapnya.
Di tengah harapan akan turunnya hujan, Paisal juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang justru dapat memperburuk kondisi lingkungan selama musim kemarau.
Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta tidak membuang puntung rokok atau sumber api lainnya di tempat yang berpotensi memicu kebakaran.
“Di musim kering seperti saat ini, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan dan jangan membuang api atau puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” imbaunya.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban seluruh masyarakat. Sebab, ketika alam dijaga, manfaatnya akan kembali dirasakan manusia.
Pelaksanaan Sholat Istisqo tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas Polsek Gunung Megang, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat Desa Sumaja Makmur, BPD, para pelajar serta masyarakat.
Hari itu, warga tidak hanya datang membawa sajadah. Mereka datang membawa harapan.
Harapan agar awan kembali berkumpul, tanah kembali basah, sumur kembali terisi, tanaman kembali tumbuh dan kehidupan kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Sebab bagi mereka, hujan bukan sekadar air yang jatuh dari langit. Hujan adalah kehidupan, dan doa adalah ikhtiar manusia ketika berharap langit kembali membuka pintunya.****































