HUT Ke-18 Warga Desa Santan Sari Gelar Istighosah Dan DOA Bersama 

oplus_0

Redaksi sarana informasi.com

Sembawa, si.com// Pemerintah Desa Santan Sari, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Santan Sari ke-18 yang berlangsung khidmat dan meriah di Balai Desa Santan Sari, Selasa (9/6/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dan perkembangan Desa Santan Sari yang kini telah memasuki usia ke-18 tahun.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Santan Sari, Usman Hadi, S.M., bersama Camat Sembawa, Drs. Erman Taufik, M.M., secara simbolis menyerahkan bantuan berupa seragam sekolah kepada siswa-siswi berprestasi dari SD Negeri 16 Sembawa Santan Sari. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para pelajar semakin giat belajar dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Acara peringatan HUT Desa Santan Sari turut dihadiri oleh Camat Sembawa beserta jajaran staf kecamatan, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, dan Pendamping Teknis, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua dan Anggota BPD, TP PKK beserta anggota, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemangku adat, bidan desa dari Puskesmas Sembawa, seluruh lembaga kemasyarakatan desa, serta masyarakat Desa Santan Sari yang memadati Balai Desa untuk mengikuti kegiatan istighosah dan doa bersama.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Santan Sari, Usman Hadi, S.M., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat bersilaturahmi dan berkumpul bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Desa Santan Sari yang ke-18. Di momen agenda ini, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan turut memeriahkan kegiatan ini. Semoga dengan bertambahnya usia desa kita, seluruh doa yang dipanjatkan membawa keberkahan sehingga Desa Santan Sari semakin maju, tertata, sejahtera, dan sukses di masa yang akan datang,” ujar Bpk.Usman Hadi.

Pada momentum tersebut, Kepala Desa juga secara resmi memperkenalkan buah kelapa sebagai ikon Desa Santan Sari serta menetapkan motto desa, yaitu “Heakar Herumpun”, yang mengandung makna persatuan, kebersamaan, dan kekuatan masyarakat dalam membangun desa.

Menurutnya, usia ke-18 tahun merupakan fase kedewasaan bagi sebuah desa untuk terus meningkatkan kekompakan, memperkuat sinergi, menjaga semangat gotong royong, serta membangun kerja sama seluruh elemen masyarakat.

“Kami Pemerintah Desa Santan Sari sangat berterima kasih atas pembinaan dan dukungan dari Camat Sembawa yang selama ini terus memberikan arahan sehingga desa kami dapat berkembang dengan baik. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus kita jaga sebagai modal utama pembangunan desa,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Sembawa, Drs. Erman Taufik, M.M., dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

“Dengan bertambahnya usia Desa Santan Sari, saya berharap masyarakat semakin dewasa dalam menjaga dan membangun desanya. Jangan sampai desa yang telah berkembang ini mengalami kerusakan akibat ulah kita sendiri. Saat ini kita juga sedang menghadapi musim kemarau yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, saya menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang dapat menimbulkan bencana asap dan merugikan banyak pihak,” tegas Camat Sembawa.

Ia juga berharap seluruh peserta yang hadir dapat menjadi penyambung informasi kepada masyarakat lainnya agar bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pada kesempatan yang sama, salah satu Pemangku Adat Desa, turut menyampaikan sejarah singkat berdirinya Desa Santan Sari kepada media.

Ia menjelaskan bahwa Desa Santan Sari merupakan hasil pemekaran dari Desa Mainan yang sebelumnya berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Banyuasin III. Desa Santan Sari secara resmi terbentuk dan diresmikan pada 31 Maret 2008 bersamaan dengan beberapa desa hasil pemekaran lainnya di Kabupaten Banyuasin.

Menurut tokoh ini, wilayah yang kini menjadi Desa Santan Sari dahulu dikenal sebagai Talang Santan dan Sungai Sakatiga, yang kemudian masuk dalam administrasi Desa Mainan hingga akhirnya menjadi desa definitif dengan nama Desa Santan Sari saat pemekaran wilayah pada tahun 2008.

“Setiap tanggal 31 Maret Pemerintah Desa Santan Sari selalu memperingati hari jadi desa sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan tokoh masyarakat yang telah merintis desa ini hingga berkembang seperti sekarang,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa masyarakat pertama yang mendiami wilayah tersebut merupakan para perintis yang berasal dari Sungai Rengit dan Limau. Mereka membuka lahan dan membangun permukiman di kawasan selatan Kecamatan Sembawa yang saat itu masih berupa hutan belantara.

Secara geografis, Desa Santan Sari memiliki lokasi yang cukup strategis dan dikelilingi aliran sungai yang pada masa lalu menjadi sarana transportasi utama masyarakat.

Mayoritas penduduk Desa Santan Sari bekerja sebagai petani karet, petani kelapa sawit, petani padi, serta pedagang. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan usaha peternakan sapi sebagai sumber pendapatan tambahan sekaligus bentuk investasi keluarga.

Peringatan Hari Ulang Tahun Desa Santan Sari ke-18 tahun 2026 berlangsung penuh kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur. Melalui momentum tersebut, seluruh elemen masyarakat berharap Desa Santan Sari terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, sejahtera, serta tetap menjaga nilai-nilai persatuan yang telah diwariskan oleh para pendahulunya.

Editor Pahrul Edi pjs

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang