TANGERANG SELATAN – Forum Peduli Sungai Ciputat (FPSC) menggelar Susur Sungai Ciputat Tahap I pada Minggu (31/5/2026) guna memetakan berbagai persoalan yang diduga menjadi penyebab banjir di wilayah Ciputat dan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan yang menempuh rute dari kawasan Universitas Terbuka hingga Graha Hijau tersebut diikuti 210 peserta dan didukung 10 unit ambulans. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari warga, Karang Taruna, relawan kemanusiaan, komunitas pecinta alam, akademisi, hingga perwakilan instansi pemerintah dan aparat terkait.
FPSC menyatakan kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya keresahan masyarakat terhadap banjir yang berulang kali melanda sejumlah kawasan permukiman, di antaranya Perumahan Payung Mas, Asrama Polisi Udara, Perumahan Pondok Hijau, dan Perumahan Inhutani.
Menurut FPSC, banjir tidak hanya terjadi saat curah hujan tinggi dalam durasi panjang, tetapi juga kerap muncul saat hujan dengan intensitas sedang bahkan relatif ringan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai faktor utama penyebab banjir yang terus berulang.
“Warga selalu bertanya-tanya apa faktor utama penyebab banjir yang kerap terjadi di Tangerang Selatan, khususnya di wilayah Ciputat dan Ciputat Timur. Berangkat dari kondisi tersebut, FPSC berinisiatif melakukan monitoring langsung terhadap aliran Sungai Ciputat melalui kegiatan susur sungai,” demikian keterangan FPSC dalam rilis yang diterima media.
Forum yang resmi dibentuk pada 10 Mei 2026 itu hanya membutuhkan waktu 21 hari untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam sejumlah tim yang bergerak serentak menyusuri aliran sungai.
Tim tersebut terdiri dari tim medis, logistik, lima tim susur sungai, serta lima tim darat yang bertugas melakukan asesmen lapangan dan menghimpun informasi dari masyarakat. Seluruh tim mulai bergerak pukul 08.30 WIB dari lima titik berbeda dan berakhir sekitar pukul 12.30 WIB.
Kegiatan yang turut dihadiri Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, itu menghasilkan sejumlah temuan awal yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Temuan tersebut mencakup persoalan tata ruang, dugaan lemahnya penegakan aturan, pengelolaan lingkungan, hingga perilaku masyarakat di sekitar aliran sungai.
“Seluruh temuan di lapangan, baik berupa foto, video, titik koordinat GPS maupun keterangan warga, saat ini sedang kami cermati secara mendalam untuk kemudian dikelompokkan berdasarkan wilayah, jenis dan skala permasalahan,” tulis FPSC.
FPSC menegaskan seluruh hasil temuan akan disusun dalam laporan komprehensif yang dapat diakses publik. Laporan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan DPRD Kota Tangerang Selatan.
“Kami berharap laporan ini menjadi bentuk partisipasi aktif warga sekaligus bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan untuk mengambil kebijakan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dalam penanganan persoalan banjir di wilayah Ciputat dan Ciputat Timur,” demikian pernyataan FPSC. (WJ)
































