Ruteng, NTT//SI.com- Unika Santu Paulus Ruteng menggelar pertandingan sepak bola antar pelajar dalam rangka Dies Natalis.
Selasa 12 Mei 2026 pertandingan tersebut memasuki babak 8 besar antara SMK Wae Ri’i melawan SMK Tiara Nusa Borong.
Kedua kesebelasan tersebut yakni ; SMK Wae Ri’i vs SMK Tiara Nusa Borong nyaris ricuh saat memperbutkan tiket menuju babak perempat final.
Situasi pertandingan dari kedua kesebelasan tersebut berubah menjadi memanas setelah diduga terjadi penyerangan terhadap wasit utama oleh offisial Tim SMK Wae Ri’i.
Laga yang memperebutkan tiket menuju babak perempat final itupun berakhir dengan kemenangan SMK Tiara Nusa Borong dengan skor 2-0.
Keributan kemudian semakin tak terkendali ketika sejumlah penonton ikut masuk kedalam lapangan dan menyerang wasit di tengah pengamanan yang mulai kacau.
Informasi yang diproleh awak media menyebutkan, kericuhan tersebut tidak hanya dipicu ketidakpuasan terhadap hasil pertandingan, tetapi juga diduga berkaitan dengan praktik judi taruhan bola yang terjadi di arena turnamen.
Beberapa penonton yang terlibat keributan bahkan secara terbuka mengaku mengalami kekalahan taruhan dengan nominal besar setelah tim yang mereka jagokan kalah dalam laga 8 besar tersebut.
“Keributan tadi panas karena banyak yang kalah taruhan,” ujar salah seorang penonton yang diminta identitasnya disembunyikan
Penelusuran media juga ditemukan bahwa praktik taruhan uang dalam turnamen sepak bola pelajar tersebut diduga sudah berlangsung sejak awal kompetisi. Bahkan, sumber media juga menyebut adanya keterlibatan salah satu oknum panitia pelaksana dalam aktivitas taruhan itu.
Dugaan tersebut semakin menguat setelah awak media memperoleh informasi mengenai aktivitas taruhan uang saat pertandingan lain, yakni ; laga antara SMAS Regina Pacis Bajawa melawan SMAN 1 Kota Komba. Dalam laga itu, taruhan disebut mencapai jutaan rupiah.
Seorang penonton yang enggan disebutkan identitasnya mengaku praktik judi taruhan sudah berlangsung sejak babak awal turnamen.
“Taruhan ini sebenarnya sudah jalan sejak awal pertandingan. Mungkin baru ramai diketahui sekarang karena tadi sempat ricuh besar,” ungkapnya.
Ia menyebut, emosi penonton memuncak setelah banyak pihak kehilangan uang taruhan akibat hasil pertandingan 8 besar yang dimenangkan SMK Tiara Nusa Borong.
Insiden adu jotos antar penonton dan dugaan penyerangan terhadap wasit itu kini menjadi sorotan publik.
Selain mencoreng semangat sportivitas dalam ajang Dies Natalis kampus, dugaan praktik judi yang melibatkan penonton hingga oknum panitia dinilai dapat merusak citra turnamen pelajar.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ferdinandus Sulaiman menyampaikan bahwa panitia belum menerima laporan lengkap terkait insiden tersebut.
“Soal kericuhan, kami akan menerima laporan match summary dari match commissioner,” ujar Ferdinan seperti dilansir Kata NTT, Selasa 12 Mei 2026 malam
Terkait dugaan keterlibatan oknum panitia dalam praktik taruhan bola yang ramai dibicarakan usai pertandingan, Ferdinan juga belum memberikan penjelasan lebih jauh.
“Dan soal keterlibatan oknum panitia dalam praktik yang dituduhkan, saya belum bisa memberi keterangan,” pungkasnya
Pewarta : Dody Pan
































