Desak CSR untuk Sertifikasi Tenaga Kerja, Aliansi Gunung Raja EPD Bersatu Datangi Disnaker Muara Enim

Muara Enim — Aliansi Gunung Raja EPD Bersatu melakukan audiensi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Muara Enim, Senin (23/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, aliansi menuntut perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Ring 1 Desa Gunung Raja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, agar mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja bagi masyarakat setempat.

Audiensi yang berlangsung di kantor Disnaker Muara Enim itu disambut langsung oleh Kepala Dinas, didampingi Sekretaris Dinas serta Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka.

Perwakilan aliansi, Erwin, menegaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan sebelumnya yang merujuk pada dukungan terhadap program kerja Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Edison dan Sumarni, melalui visi “Membara” (Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan), khususnya target penciptaan 10.000 tenaga kerja.

“Kami meminta kepastian tindak lanjut dari pemerintah daerah. Sejak 3 November 2025 hingga Februari 2026 ini, kami berharap ada langkah konkret, termasuk pemanggilan pihak perusahaan untuk membahas realisasi program pelatihan sertifikasi tenaga kerja,” ujar Erwin.

Hal senada disampaikan Febian Defani. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemanfaatan dana CSR perusahaan yang beroperasi di sekitar Desa Gunung Raja.

Adapun perusahaan yang diminta berkontribusi melalui program CSR pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja antara lain:
PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih Field.
PT GH EMM Indonesia.
PT Musi Prima Coal.
PT Lematang Coal Lestari.
PT Top Key.
PT Jian Tian Indonesia.
PT Trans Dana Profitri.
PT Sumatra Point Synergy.

Menurut aliansi, selama ini pemanfaatan CSR dinilai belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Ring 1, khususnya dalam bentuk pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi resmi melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kami ingin masyarakat Ring 1 Desa Gunung Raja memiliki keterampilan bersertifikat dan siap kerja di perusahaan mana pun,” tegas Erwin.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Muara Enim menyatakan dukungannya. Ia mengaku pihaknya telah melakukan pemetaan kebutuhan pelatihan dan dalam waktu dekat akan berkoordinasi untuk memanggil perusahaan-perusahaan terkait guna mencari titik temu dan kesepakatan bersama.

“Kami sangat mendukung usulan dari aliansi. Dalam waktu dekat akan kami tindak lanjuti dengan koordinasi dan pemanggilan pihak perusahaan. Mohon dimaklumi jika sebelumnya ada keterlambatan karena faktor kesehatan dan perubahan jabatan di lingkungan kerja,” ujarnya.

Audiensi ditutup dengan harapan adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dan dunia usaha demi peningkatan kualitas SDM serta kesejahteraan masyarakat Desa Gunung Raja.
(Pers: Nuramin Jafar)

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang