Unit Angkutan Batu bara Dilarang Melintas Jalan Umum, Driver Asal Tanah Abang Merasa Terzolimi

  • Whatsapp
Photo masa aksi, tuntut Tiga poin kepada PT SLR, Salah satunya, minta di stop unit angkutan batu bara di Bawak driver pulang ke rumah masing-masing

PALI//SI.Com–,Terkait poin tiga tuntutan Lembaga Investigasi Negara (LIN) saat aksi damai dilanjutkan mediasi dengan pihak PT Servo Lintas Raya (SLR) pada hari Rabu 29 September 2021, pihak Organisasi LIN meminta agar unit angkutan batu bara tidak diperbolehkan melintas di jalan Desa, hal tersebut menjadi keluhan para Driver serta merasa Terzolimi.

Keluhan para Driver terungkap setelah Gencarnya berita terbit di beberapa media online terkait tuntutan masa aksi damai. Mulai dari beberapa driver mengeluh kepada awak media di lokasi aksi, hingga keluhan di lontarkan melalui Chat inbook medsos,( Facebook dan Watssap)

Seperti yang dikatakan 6 orang Driver saat aksi damai hampir selsai, Ristoni, sala satu dari mereka mengeluh karena dampak dari aksi ini penghasilan mereka hari itu nihil, “Kami ini hanya upah narik, di hitung per Ritasi, jika kami tidak bisa narik atau ada kendala di jalan maka siapa yang kasi kami gaji, dan kalau kami gak ada gaji, anak istri kami makan apa?” Tutur Ristoni kepada awak media seakan mengeluh.

Ditempat yang sama, juga di jelaskan Danny salah satu Driver yang mengaku masyarakat Kecamatan Tanah Abang, dia mengatakan seakan terzolimi dengan tuntutan masa. “Kami ini masyarakat tanah Abang, pool mobil yang kami Bawak ini berada jau dari tempat tinggal kami, makanya setiap mau pulang ke tanah Abang mobil terpaksa kami Bawak, kalau kami tinggal di jalan, kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, tapi jika memang tindakan kami ini dianggap mengganggu masyarakat, yah apa boleh buat, kami tetap ikuti aturan saja meskipun kami merasah hal ini sudah terlalu berlebihan dan kami merasa Terzolimi.”Keluhnya.

Hampir sama keluhan melalui pesan messenger yang juga mengaku Driver warga Tanah Abang, dia mempertanyakan hal apa yang membuat masyarakat keberatan dengan Driver Bawak unit pulang ke rumah masing-masing?
“Jika alasan takut terjadi kecelakaan, meskipun bukan Driver angkutan batubara semua juga takut kecelakaan, dan kami juga sama seperti yang lain, mau cari makan, kalaupun terjadi hal-hal yang tidak di inginkan kami akan bertanggung jawab, dan itu berlaku kepada siapapun bukan hanya kepada kami, dan mata saya sering juga melihat mobil milik Pertamina dengan ukuran sama, sering melintas jalan ini, ko diam saja, kenapa hanya kami yang di protes? Padahal kami warga sini.” Tulisnya di pesan messenger seakan protes.

Senada yang disampaikan melalui pesan Watssap, dia mengaku salah satu Driver dan warga Tanah Abang juga, “kami berani melintas jalan desa Bawak mobil kosong, Kadang tujuan mau cuci mobil ke cucian Desa Raja Barat, kadang juga keperluan pulang ke rumah, kami mohon maaf kalau masyarakat merasa terganggu, tapi perlu diketahui, kami ini hanya driver yang cari makan untuk anak istri, dan perlu juga di sadari oleh masyarakat, mobil yang kami kendarai bukan milik orang Belanda atau Malaysia, tapi mobil orang tanah Abang ini, kenapa kita satu daerah tidak saling dukung untuk suatu kemajuan? Bukankah sangat terasah mampaatnya sejak orang daerah kita bisa ikut andil dalam perusahaan, banyak warga kita yang dulu pengangguran, sekarang ada yang jadi driver, ada yang jadi mekanik, dan lain-lain”Jelasnya.

Dituliskan juga oleh Akun Facebook atas nama Perli melalui pesan messenger kepada awak media. “Mestinya bersyukur masyarakat daerah kita bisa cari makan dengan cara halal, ingat orang yang dulu kerjanya upahan nebas kebon, sekarang bisa nyetir mobil, orang yang dulunya pengangguran bisa jadi mekanik, ada yang buka usaha cucian mobil. Payo dimaklumi kalu sekedar melintas jalan desa, to kalu ada masyarakat dirugikan oleh aktivitas mereka dak mungkin dak tanggung jawab, apalagi driver- driver itu dari warga sinilah” tulisnya.

Dari beberapa keluhan dan protes para Driver, awak media menghubungi salah satu pengurus unit holing di servo yaitu Thamrin, dari keterangan Thamrin warga tanah abang yang propesinya sebagai driver menyatakan merasa keberatan secara langsung kepadanya terkait tuntutan lembaga investigasi Negra (LIN) tentang larangan unit yg masuk ke desa tanah abang. “Mereka (driver) minta sampaikan kepada rekan-rekan pengurus LIN untuk memikirkan lagi, bahkan kalau bisa menghapus tuntutan tersebut pada tgl 06-oktober 2021 nanti” Ujarnya.

Dan dari permintaan driver tersebut sebagai putra daerah Tanah abang yang merasa prihatin dengan keadaan saat ini Dan agar jangan sampai terjadi gesekan di masyarakat Thamrin akan menyampaikan hal ini pada pihak lembaga investigasi negara (LIN) saat pertemuan selanjutnya.

Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *