Pertama Masuk Kerja, Ini yang Disampaikan Bupati Banyuasin

  • Whatsapp

 

 

Banyuasin//si.com- Pertama masuk kerja setelah libur hari raya Idul Fitri, Bupati Banyuasin H. Askolani, SH MH pimpin apel gabungan, Senin (17/5/2021) kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan

Bupati mengingatkan, di tahun 2015 lalu merupakan tahun terburuk dalam sejarah kebencanaan di Kabupaten Banyuasin, yaitu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

“Kabupaten Banyuasin merupakan penyumbang terbesar bencana kabut asap yang merugikan beberapa sector, baik kesehatan, pendidikan, transportasi, dan perekonomian. Untuk itu berdasarkan arahan dari pemerintah pusat tentang pengendalian karhutla (kebakaran hutan dan lahan) terdapat 6 langkah prioritas yang perlu dilakukan,” jelas dia.

Diantaranya, mengedepankan upaya pencegahan dengan cara pendeteksian dini, monitoring areal rawan hotspot dan pemantauan kondisi harian di lapangan. Lalu infrastruktur monitoring dan pengawasan harus sampai tingkat bawah. Mencari solusi yang permanen agar korporasi dalam masyarakat membuka lahan dengan tidak membakar. Penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi harus terus dilanjutkan. Jangan biarkan api membesar. Dan terakhir, langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi.

”Dengan adanya imbauan dari Bapak Presiden, kita diminta untuk waspada bencana karhutla yang ada di Kabupaten Banyuasin, karena pengalaman yang lalu Banyuasin penyumbang asap terbesar di Sumatera Selatan. Selain karhutla, kami juga mengingatkan bencana seperti La Nina,” jelasnya.

Askolani menjelaskan La Nina adalah fenomena suhu permukaan laut yang menurun sepanjang timur dan tengah Samudera Pasifik di garis khatulistiwa. Ia juga meminta semua masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19 dan selalu mematuhi protokol kesehatan dan menjalankan 5 M.

“Mengingat perkembangan Covid-19 saat ini cukup menghawatirkan, terutama di sekitar daerah perbatasan Kota Palembang yang merupakan zona merah. Untuk itu, mari sama-sama kita mematuhi protokol kesehatan dengan menjalankan 5M, baik di luar rumah maupun di perkantoran. Jika kita menjaga kedisiplinan tersebut, Insya Allah situasi akan kembali normal seperti sedia kala,” tutupnya

( Pahrul )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *