Ruteng, NTT//SI.com– Sejumlah siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ulu Belang, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak sakit usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ulu Belang, Lena Lensiana Ije, meragukan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dalam siaran pers pada Kamis (12/02/2026) sore.
Ia menyebut data tersebut tidak masuk akal jika hanya 42 kasus seperti yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.
“Di Sekolah kami saja korban mencapai 131 orang”, katanya dikutip dari Floresa.co Jumat (13/02/2026) pagi
Dari 131 orang kata dia, belum termasuk anak TK, PAUD dan Balita di Desa Ulu Belang yang menjadi korban usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepsek SDN Ulu Belang mengatakan, menurut pengamatannya, antrean korban penuh sejak Kamis pagi (12/02/2026). Sebagian siswanya memang sudah ditangani langsung oleh perawat di Sekolahnya.
“Yang dilarikan ke Puskesmas hanya yang benar-benar kehabisan cairan”, ungkapnya
Kepala SDN Ulu Belang, Lena Lensiana Ije, menyarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai untuk telusuri langsung ke rumah-rumah korban, agar mendapat data yang akurat.
Sementara dalam siaran Pers Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, yang dirilis Kamis (12/02/2026) sore, melaporkan adanya peningkatan kunjungan pasien dengan dugaan keracunan makanan yang saat ini masih dalam proses penanganan dan investigasi epidemiologi.
Data sementara, jumlah kasus yang teridentifikasi sebanyak 42 kasus, terdiri dari 39 kasus dari Puskesmas Ponggeok dan 3 kasus dari Puskesmas Iteng.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 pasien menjalani perawatan rawat inap, sementara lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan.
“Kasus yang ditemukan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, meliputi ibu hamil, anak balita, anak sekolah, guru, serta orang tua”, kata Kadis Kesehatan Manggarai, Jefrin Haryanto
Ia menambahkan bahwa, seluruh kasus dilaporkan memiliki riwayat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah dan posyandu dengan menu yang sama, yaitu : Tanggal 10 Februari 2026 : Nasi, telur, tempe, kacang panjang, dan salak
Sementara tanggal 11 Februari 2026 : Nasi, ayam, labu, dan jagung
Gejala yang paling banyak dilaporkan antara lain diare, nyeri perut, demam, dan sakit kepala.
“Saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai bersama tim terkait sedang melakukan investigasi epidemiologi serta pemeriksaan sampel makanan dan spesimen pasien untuk memastikan sumber penyebab kejadian”, katanya
Dinas Kesehatan juga mengantisipasi kemungkinan adanya tambahan kasus yang datang berobat, sehingga seluruh fasilitas pelayanan kesehatan terkait telah disiagakan untuk memberikan pelayanan dan penanganan optimal kepada masyarakat.
Selain itu, Puskesmas di wilayah terdampak telah diinstruksikan untuk melakukan penelusuran kasus secara aktif di daerah, fokus guna menemukan masyarakat yang mengalami gejala serupa namun belum mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, M.Psi, mengimbau masyarakat untuk :
Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala diare, nyeri perut, demam, atau keluhan lain setelah mengonsumsi makanan.
Tetap menerapkan prinsip keamanan pangan dan kebersihan makanan.
Tidak panik dan menunggu informasi resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.
“Perkembangan situasi akan terus disampaikan kepada masyarakat secara berkala”, tutup Jefrin Haryanto
Pewarta : Dody Pan
































