Ruteng, NTT//SI.com- Korban terdampak gempa bumi di Lenda, Dusun Nanu, Kecamatan Cibal Barat, mengaku belum sedikitpun mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai, pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang flores pada Sabtu (15/08/2026) lalu.
Kondisi keprihatinan para warga disampaikan Falentinus Sehadun, kepada SaranaInformasi.com pada Jumat (21/08/2026) siang.
Falentinus mengungkapkan, warga terpaksa mendirikan posko pengungsian secara mandiri dengan fasilitas yang sangat terbatas untuk melindungi diri dari cuaca luar, warga memanfatkan kain dan selimut yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan rumah mereka.
“Sampai sekarang kondisi Desa Lenda belum terjamah bantuan pemerintah, baik logistik maupun tenda posko”, ujar Falentinus menggambarkan kondisi penanganan gempah diwilayahnya
Ketiadaan pasokan pascagempa membuat warga sangat membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.
Di Desa Lenda, Dusun Nanu, kata Falentinus, rumah yang mengalami rusak parah akibat gempa pada 15 Agustus 2026 lalu sebanyak enam (6) rumah, termasuk rumah Falentinus sendiri. Sedangkan rusak ringan, sebanyak kurang lebih belasan rumah.
Dikatakan Falentinus, selama ini mereka hanya mendapat bantuan dari beberapa pihak, seperti Kader dari Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Plan Internasional.
“Selama ini kami hanya mendapat bantuan dari Partai Gerindra, PAN, dan Plan Internasional. Hari ini Jumat (15/08/2026) ini yang ketiga kalinya Plan Internasional berikan bantuan untuk kami”, ungkap Falentinus saat ditemui SaranaInformasi.com di tenda pengungsian mereka di halaman rumah gendang Lenda, Jumat (21/08/2026) siang

Falentinus berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai, maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar tidak menutup mata dengan kondisi yang mereka alami saat ini.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gerindra, PAN, dan Plan Internasional yang telah peduli atas situasi mereka.
“Semoga tuhan selalu menyertai orang-orang baik ini, dan selalu diberi kesehatan. Khususnya untuk Plan Internasional yang telah tiga kali datang membawa bantuan di desa kami”, ujar Falentinus
“Yang kami butuhkan logistik dapur, susu, peralatan bayi serta sembako. Sampai sekarang betul-betul belum ada bantuan dari pemerintah daerah untuk kami”, tutupnya
Pewarta : Dody Pan

































