Ruteng, NTT//SI.com- Rumah belum terasa aman bagi beberapa kepala keluarga di RT 0/11 Woang, Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.
Setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah flores pada sabtu (15/08/2026) pagi, ketakutan akan gempa susulan membuat sebagian warga memilih meninggalkan rumah.
Terpantau sejumlah warga Woang, Kelurahan Pitak berkumpul dan mendirikan tenda darurat dengan bahan seadanya ditempat yang menurut mereka aman.
“Kami masih sangat merasa trauma, apalagi hari ini Kamis (20/08/2026) guncangan gempa susulan ringan dan besar beberapa kali dirasakan, bahkan hari ini beruntun sekali”, ujar seorang warga
Keputusan untuk mendirikan tenda darurat bukanlah hal yang mudah. Mereka harus meninggalkan rumah dan aktifitas sehari-sehari karena khawatir akan terjadinya gempa susulan.
Acik Nanu salah satu warga di RT 0/11 Woang, Kelurahan Pitak, yang berada di tenda darurat tersebut mengatakan, bahwa untuk konsumsi mereka secara bergotong royong dan secara mandiri untuk membeli makanan.

“Kami secara bergotong royong dengan cara patungan untuk membeli beras, dan sayur. Tenda yang kami gunakan dibuat dengan bahan seadanya”, ujar Acik Nanu
Diketahui, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 Sabtu (15/08/2026) pagi sekitar pukul 05.58 wita.
Gempa tersebut berpusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengguncang hampir seluruh wilayah pulau flores yang meliputi Maumere, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Pewarta : Dody Pan

































