Marsel Ahang Soroti Pernyataan Gubernur NTT yang Imbau Masyarakat Bon Saja Dulu, Nanti Pemprov yang Bayar

 

Ruteng, NTT//SI.com- Pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda pulau flores pada Sabtu (15/08/2026) lalu, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena, ramai diperbincangkan diruang publik terkait pernyataannya yang mengimbau masyarakat terdampak gempa bumi bis bon barang di kios atau di toko.

“Gubernur NTT imbau masyarakat yang kena dampak bencana gempa bumi bis bon barang di toko/kios terdekat! soal tagihan pemprov yang bayar”, ungkap Gubernur Melki Laka Lena, yang tersebar di platfrom media sosial

Menanggapi pernyataan itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LSM LPPDM) Marsel Nagus Ahang, merasa geram atas pernyataan yang dikeluarkan oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena.

Marsel Nagus Ahang yang juga sebagai advokat/pengacara, meminta gubernur Laka Lena untuk stop berbicara ngawur,  yang mengimbau masyarakat terdampak gempa bumi membon saja di toko atau di kios-kios.

“Stop bicara omong kosong yang menyuruh para korban terdampak gempa untuk membon saja sembako di toko atau kios dimana saja lokasi kios atau toko”, ujar Ahang

Ahang menyebut, pernyataan gubernur NTT Melki Laka Lena, yang ramai diperbincangkan diruang publik mendapat kritikan keras dari netizen.

“Seorang gubernur tidak boleh megeluarkan pernyataan yang ngawur dan menyesatkan masyarakat. Pernyataan Laka Lena itu ngawur dan omong kosong”, tegas Marsel Ahang yang juga berprofesi sebagai lawyer

Ahang mendesak gubernur NTT Melkiades Laka Lena, untuk segera menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat NTT, khususnya kepada masyarakat yang terkena dampak gempa bumi yang mengguncang pulau flores, pada Sabtu (15/08/2026).

Ahang juga menyoroti ketidakhadiran Melki Laka Lena di Kabupaten Manggarai, dan Manggarai Timur yang banyak memakan korban jiwa akibat guncangan gempa bumi yang melanda flores.

“Semestinya gubernur Melki Laka Lena peka terhadap situasi darurat di Kabupaten Manggarai, dan Manggarai Timur sebagai daerah dengan jumlah korban jiwa terbanyak akibat gempa”, ujar Ahang

Ketua LPPDM, Marsel Nagus Ahang juga mempertanyakan mengapa gubernur NTT tidak terlihat mendampingi langsung rombongan menteri yang berkunjung ke wilayah dengan tingkat kerusakan dan korban jiwa terparah tersebut, dan menilai hal itu mencerminkan kurangnya kepekaan dalam mengelola prioritas penanganan bencana.

Pewarta : Dody Pan

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang