Banyuasin Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Wujudkan Target Bebas Rabies 2028

Oplus_131072

Redaksi sarana informasi.com

BANYUASIN, si.com// Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin terus mengintensifkan upaya pencegahan dan pengendalian rabies melalui kegiatan Sosialisasi Rabies yang digelar di Kecamatan Banyuasin III, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Banyuasin Bebas Rabies (BEBERES) Tahun 2028 yang dicanangkan pemerintah daerah.

Sosialisasi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menekan risiko penyebaran penyakit rabies di wilayah Kabupaten Banyuasin.

Kegiatan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin, Warsi, S.P., M.P., perwakilan Polsek Banyuasin III Aipda Fadeli, perwakilan Koramil 430-01/Pangkalan Balai Serda Ronald, Camat Banyuasin III Santo, S.Sos., M.Si., serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin Hj. Eni Diana, S.K.M., S.Keb.
Turut hadir pula Kepala Puskeswan Sembawa, Kepala RPH Mainan, seluruh lurah dan kepala desa se-Kecamatan Banyuasin III, kepala UPTD puskesmas, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian, serta Pendamping Petugas Teknis Peningkatan Produksi Peternakan (PPTPPP).

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sinergi yang kuat untuk mendukung keberhasilan program pengendalian rabies di Kabupaten Banyuasin.

Dalam sambutannya, Warsi menyampaikan bahwa program vaksinasi rabies akan segera dilaksanakan di wilayah Kecamatan Banyuasin III.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan vaksinasi hewan peliharaan.

“Pengendalian rabies membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Dukungan pemerintah desa dan kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan program vaksinasi rabies,” ujarnya.

Sementara itu, Hj. Eni Diana dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin menjelaskan bahaya rabies terhadap manusia, dampak yang dapat ditimbulkan apabila tidak segera ditangani, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gigitan hewan penular rabies.

Pada kesempatan tersebut, Medik Veteriner drh. Haudina Rahma Kladia tampil sebagai narasumber utama. Ia memaparkan berbagai materi terkait rabies, mulai dari definisi penyakit, gejala klinis pada hewan dan manusia, cara penularan, hingga langkah-langkah pencegahan dan pengendalian.

Menurutnya, rabies merupakan penyakit yang sangat mematikan, namun dapat dicegah melalui vaksinasi dan penanganan yang cepat serta tepat.

“Rabies dapat dicegah jika seluruh pihak memiliki kesadaran yang tinggi dan mendukung pelaksanaan vaksinasi secara berkelanjutan. Mari bersama-sama mewujudkan Banyuasin Bebas Rabies Tahun 2028,” katanya.

Di akhir kegiatan, Camat Banyuasin III Santo mengajak seluruh lurah, kepala desa, dan stakeholder terkait untuk berkomitmen mendukung target Banyuasin Bebas Rabies Tahun 2028.

Ia menekankan pentingnya pendataan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera di setiap desa dan kelurahan sebagai dasar pelaksanaan program vaksinasi dan pengendalian rabies yang lebih efektif.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap terbangun kesadaran kolektif masyarakat serta sinergi yang berkelanjutan antarinstansi dalam mencegah dan mengendalikan rabies, sehingga target Banyuasin Bebas Rabies 2028 dapat terwujud.

Editor Pahrul Edi pjs

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang