DPP GMNI Kritik Keras Pengelolaan Wisata Alam Danau Rana Mese

 

Borong, NTT//SI.com- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bidang Pertanian dan Perikanan, Bung Akar, mengkritisi pengelolan kawasan wisata alam Danau Rana Mese yang dinilai tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kritikan tajam itu muncul setelah peristiwa memilukan yang terjadi di kawasan wisata alam Danau Rana Mese, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur. Dimana seorang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dilaporkan tenggelam pada Senin, (04/05/2026).

Akar, dengan tegas mempertanyakan sikap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Dua Manggarai, sebagai Penyedia Fasilitas Pengelola tempat wisata alam Danau Rana Mese.

Ia menyebut, KSDA seharusnya menyediakan tim penyelamat (rescue/SAR) awal, ambulans, dan peralatan keamanan jika ada korban yang tenggelam.

Ia juga menegaskan, seharusnya pihak KSDA menyediakan tim penyelamatan awal (Recause/SAR) agar tidak terjadi korban tenggelam, apalagi yang di izinkan masuk adalah anak kecil.

Dirinya juga menyoroti peran dan sikap KSDA untuk bertanggung jawab serta memastikan pengelola wisata agar memiliki dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan yang ketat.

“Selama ini mungkin pihak KSDA sebagai Pengelola wisata alam Danau Rana Mese tidak pernah memberikan perlindungan keamanan dan keselamatan kepada wisatawan terutama anak-anak yang masuk ke tempat wisata,” ujar Akar

Dikatakannya juga, dari tragedi bocah SD yang tenggelam, sebagai putra asli Manggarai Timur dirinya mempertanyakan seperti apa tanggungjawab moril dari KSDA Manggarai terhadap korban tenggelam di Danau Rana Mese itu.

Dirinya juga menyoroti sikap KSDA dalam hal asuransi, tanggung jawab utama yang sering kali berada di pihak pengelola wisata (melalui tiket masuk), seharusnya pihak KSDA wajib memastikan perlindungan asuransi tersebut tersedia bagi wisatawan yang menjadi korban tenggelam di tempat wisata.

Ia juga mendesak agar segera audit Standar Keamanan (SOP): Meminta dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan di Danau Rana Mese. Hal ini mencakup ketersediaan penjaga pantai/danau (lifeguard), rambu-rambu peringatan bahaya yang memadai, serta alat penyelamatan darurat yang siap pakai.

Santunan dan Pendampingan Korban : Mendesak Pemerintah Daerah untuk segera turun tangan memberikan bantuan nyata dan santunan kepada keluarga korban. Pemerintah harus hadir sebagai representasi negara dalam meringankan beban duka yang dialami warga.

Tragedi ini harus menjadi momentum perbaikan tata kelola pariwisata di Manggarai Timur. Keselamatan pengunjung tidak boleh ditukar dengan sekadar mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada lembaran tiket masuk.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BKSDA belum berhasil dikonfirmasi.

Pewarta : Dody Pan

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang