Warga Lima Desa di Kec. Sanonggoang bersama PKN Mabar Desak Pemerintah Bangun Jembatan di kali Wae Tenda dan Wae Parek


 

Manggarai Barat, NTT//SI.com- Warga lima desa di Kecamatan Sanonggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap Pemerintah membangun jembatan permanen yang dapat dilalui roda empat untuk meningkatkan perekonomian untuk warga setempat, karena sejak puluhan tahun terakhir mereka hanya bisa akses antar desa pada saat musim kemarau.

PKN Mabar saat melakukan monitoring pembangunan di Kecamatan Sanonggoang selama tiga hari mengeluhkan akses dari Desa Wae Sano Ke Desa Panggal yang sangat sulit untuk dilalui kendaraan pada saat musim hujan. Kali Wae Tenda penghubung lima Desa ini sangat sulit dilalui ketika musim hujan begini, karena arus sungai sangat deras.

Riwayat kali wae tenda ini pernah menjadi hambatan bagi pasien sekitar yang hendak dibawa ke Puskesmas Sanonggoang untuk penanganan medis.

Selain itu kata ketua PKN Mabar Lorens Logam, akibat derasnya air sungai ini pernah menghanyutkan sebuah mobil penumpang yang memaksa untuk lewat.

Warga dari lima desa ini juga mengaku kesal, karena beberapa kali kegiatan reses anggota DPRD Mabar dari dapil 1 selalu menjanjikan pembangunan jembatan di kali Wae Tenda dan Wae Parek, namun tak kunjung terealisasi.

“Padahal jalur ini merupakan akses utama warga dari lima Desa : Desa Watu Panggal, Desa Sano Nggoang, Desa Golo Manting, Desa Golo Sengang serta satu Desa persiapan”, kata Lorens Logam

Lebih lanjut Lorens mengakatan, bahwa dampak dari kondisi kali ini juga membuat mobilisasi hasil bumi sangat tersendat. Sehingga warga berharap pembangunan jembatan permanen dapat dikabulkan Dinas terkait di Pemkab Mabar, karena sudah puluhan tahun, warga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membawa hasil buminya, sehingga keuntungan yang didapat habis untuk biaya transportasi.

Baca juga:  Kapolres Empat Lawang Besuk Rusmini, Pasca Operasi Katarak

Ketua PKN Mabar Lorens Logam berjanji untuk mendesak Pemerintah untuk segera membangun jembatan kali Wae Tenda dan Wae Parek.

Logam menyayangkan daerah dengan spot wisata yang potensial ini tidak diperhatikan oleh anggota DPRD dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Penulis : Dody Pan


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berkarya Dewek