Keluhan Warga Desa Wae Mulu Terkait Posko Yang Didirikan Di Depan Kantor Desa.

  • Whatsapp

 

Manggarai, NTT//si.com- Sejumlah warga Desa Wae Mulu Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku kecewa terkait posko Covid-19 yang didirikan didepan Kantor Desa, karena menurut mereka posko tersebut terlalu jauh dari pintu keluar masuk di Desa Wae Mulu dan didalam posko tersebut tidak disediakan Alat Pelindung Diri (APD).

Sejumlah warga tersebut merasa keberatan dan tidak setuju dengan didirikannya posko didepan kantor Desa Wae Mulu itu.

Teodorus Weke salah seorang warga Desa Wae Mulu kepada media ini melalui sambungan telephone pada Minggu (11/07/2021) pukul 09.56 WITA mengatakan, kami merasa keberatan dengan di dirikannya posko Covid-19 didepan kantor Desa, karena menurutya tidak layak dan pantas.

“Saat saya mendatangi kantor Desa untuk menemui Pa Kades, pada saat itu Kadesnya tidak berada dikantor, dan sayapun mencoba menelephone Kades untuk menanyakan hal itu kepadanya.

Pada perbincangan melalui sambungan telephone itu, saya menanyakan kepada Kades, mengapa posko itu didirikan didepan Kantor Desa? Karena kami “kata Teodorus disuruh untuk mendokumentasikan semua posko yang didirikan di kantor Desa”, Ujarnya

Lebih lanjut ia mengatakan Pa Kades tolong segera pindahkan posko itu ketempat yang lebih tepat dan pas, apakah tidak ada tempat lain selain tempat ini?”, Tanya Tedi kepada Kepala Desa Wae Mulu.

Kades tersebut menjawab saya, baik ite, itu tujuan kami untuk proyek besok dan akan kami pindahkan posko tersebut kalau memang warga merasa keberatan”, Tutupnya

Saat media ini menghubungi Kepala Desa Wae Mulu melalui sambungan telephone pada Minggu (11/07/2021) pukul 11.24 WITA, Kepala Desa tersebut menjelaskan bahwa, Posko itu didirikan didepan kantor Desa karena didepan itu merupakan salah satu tempat yang pas dan tepat”, Jelasnya kepada media ini.

Pada Senin (12/07/2021) media ini kembali mencoba menelephone Kepala Desa tersebut pada pukul 17.08 WITA, Namun Nomor Handphone dari Kepala Desa tersebut tidak aktif.

Penulis : Maria A. Luhu

Editor : Dody Pan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *