Cuma 10 di RI! Banyuasin Kebagian SPBU Pertanian, Groundbreaking  Muara Telang Jadi Sorotan

Views: 9

Redaksi sarana informasi.com

Muara Telang, si.com//Setelah berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional, atas keberhasilannya sebagai produsen padi terbesar nomor satu di Indonesia pada Januari 2026. Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., dianugerahi penghargaan Satya Lencana Wirakarya Pembangunan Pertanian yang diserahkan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada acara Panen Raya di Karawang.

Capaian ini semakin mengukuhkan posisi dari Kabupaten Banyuasin sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional, sekaligus menggeser dominasi daerah penghasil padi lainnya.

Sebagai salah satu pemasok gabah terbesar di Kabupaten Banyuasin, Kawasan Muara Telang pun kini menjadi model percontohan nasional dalam pengelolaan lahan rawa pasang surut yang produktif dan berkelanjutan.

Melihat potensi atas capaian tersebut, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian menunjukkan komitmennya mendukung Pemerintah Kabupaten Banyuasin menjadi pemasok gabah terbesar nasional, hal ini ditunjukkan dengan dilakukannya Groundbreaking Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Pertanian yang dilaksanakan di Desa Telang Jaya, Kec. Muara Telang, Jum’at (24/4/2026).

Menyampaikan amanat dari Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng. menyampaikan bahwasanya prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras bersama antara pemerintah, petani, serta dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa Banyuasin mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Ini bukan hanya prestasi, tetapi juga amanah yang harus terus kita jaga dan tingkatkan,” ujar Erwin Ibrahim.

Selain itu, Sekda Banyuasin juga menambahkan bahwasanya dengan adanya keberadaan SPBU Pertanian ini akan sangat berdampak bagi perekonomian setempat serta sangat membantu petani dalam meningkatkan efisiensi operasional di lapangan.

Mengingat, Kabupaten Banyuasin sendiri merupakan pilot project pertama dari 10 SPBU Pertanian yang akan dibangun kedepannya di berbagai Provinsi di Indonesia.

“Kami ingin memastikan petani mendapatkan akses energi dengan harga terjangkau, sehingga penggunaan alsintan bisa lebih optimal dan produktivitas terus meningkat, apalagi SPBU Pertanian akan dibangun cuma 10 di berbagai daerah Provinsi di Indonesia, dan salah satunya yakni Kabupaten Banyuasin” tambahnya.

Sebagai informasi, Kecamatan Muara Telang sekarang telah memiliki luas baku sawah sekitar 22.000 hingga 26.000 hektar dengan produktivitas rata-rata mencapai 7–8 ton per hektar.

Sebagian besar lahan telah menerapkan indeks pertanaman (IP) 200 dan terus didorong menuju IP 300, dengan total produksi mencapai sekitar 1,2 juta ton gabah kering per tahun.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat dukungan sarana dan prasarana, mulai dari rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan alsintan, peningkatan akses jalan, hingga optimalisasi transportasi air untuk mendukung distribusi hasil pertanian.

Walaupun ditengah keterbatasan fiskal daerah, Kabupaten Banyuasin kini mendapat angin segar dengan dukungan pemerintah pusat yang mencapai lebih dari Rp3 triliun pada tahun 2026.

Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan sektor pertanian dan infrastruktur secara signifikan.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, kami optimis Banyuasin tidak hanya menjadi lumbung pangan nasional, tetapi juga mampu berkontribusi menuju lumbung pangan dunia,” tutup Sekda Banyuasin.

Editor Pahrul Edi pjs

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang