Views: 8
Redaksi sarana informasi.com
Palembang, si.com// Pemerintah Kabupaten Banyuasin bergerak cepat merespon ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa bulan ke depan. Di bawah instruksi Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH., Pemkab Banyuasin kini memperketat pengawasan di wilayah-wilayah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Jumat (24/04/2026)
Berdasarkan data BMKG, fenomena El Nino kategori moderat hingga kuat diprediksi akan mulai muncul pada periode Mei-Juli 2026. Kondisi ini diperkirakan akan memperparah musim kemarau, di mana puncaknya diprediksi terjadi pada bulan Agustus dan September.
Pada masa tersebut, curah hujan diperkirakan berada di bawah normal atau jauh lebih kering dibandingkan rata-rata tahunan.
Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M.. sebagai pimpinan Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Graha Bina Praja menekankan bahwa informasi cuaca ini harus menjadi pijakan strategi agar dampak kesehatan dan ekonomi akibat asap tidak terulang kembali.
“Pencegahan adalah langkah paling murah. Saya mendorong aparat hingga tingkat desa untuk membangun kesadaran agar membakar lahan tidak lagi menjadi kebiasaan,” tegas Herman Deru dalam arahannya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Askolani menjelaskan bahwa Kabupaten Banyuasin memiliki tantangan khusus dalam menghadapi cuaca ekstrem kedepan, hal ini mengingat wilayah Banyuasin sebagai pemilik lahan gambut terluas kedua di Sumatera Selatan.
Sebagai langkah konkret, Bupati Askolani telah menginisiasi pembentukan kekuatan di tingkat akar rumput.
“Kami telah membentuk 153 Desa Tangguh Kebakaran di seluruh Banyuasin. Satuan tugas ini melibatkan masyarakat lokal dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tiap kecamatan agar siaga setiap saat jika muncul titik api,” ujar Askolani.
Menutup rapat, Gubernur Herman Deru menginstruksikan agar seluruh jajaran memanfaatkan sisa waktu musim hujan hingga bulan Mei ini untuk melakukan konsolidasi total.
Beliau menekankan pentingnya memperkuat rantai birokrasi dengan melibatkan sinergi TNI dan Polri, serta menggerakkan aparat pemerintah daerah mulai dari tingkat lurah, kepala desa, hingga ketua RT untuk bersiaga menghadapi ancaman Karhutla.
Turut hadir dalam rakor ini Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin Erni Yusnita, S.H., M.H., Asisten II Setda Banyuasin Ir. Alpian Soleh, M.M, Kepala BPBD Banyuasin Reza Agust Perdana, SE M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dr. Zazili Mustopa, S.E., M.Si, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banyuasin, Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Roni Utama, AP., M.Si., Jajaran Pimpinan Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-Sumatera Selatan dan Forkopimda Se-Sumsel.
Editor Pahrul Edi pjs

































