Bocah Tiga Tahun Asal SBT Jatuh Ke Laut Di Kapal KM. Sabuk Nusantara 106.


Kota Tual,SI.Com. – Berdasarkan postingan Facebook atas nama Rudy kolatlena pada dua hari lalu, Salah seorang Anak bernama Nikson kolatlena umur Tiga Tahun asal kecamatan Teor, kabupaten Seram Bagian Timur, terjatuh di kapal KM.Sabuk Nusantara 106.

KM. Sabuk Nusantara 106 bertolak dari pelabuhan Yosudarso Tual pada Jumat 23 February 2024, tujuan teor, kasui, Gorom,Geser, Warinama,Banda, Amahai, Banda dan Ambon.

Pada postingan Facebook Rudy Kolatlena, berbunyi
buat basudara semua yang ada di kaimer sampe di tual kalau menemukan anak kecil (laki- laki) berusia 3 tahun sedang hanyut atau terdampar tolong kasi kabar buat kami keluarga di teor.

Anak tersebut jatuh dari kapal sabuk 106. menurut informasi anak tersebut jatuh di pertengahan laut tayando atau kur sekitar jam 11 atau 12 malam.

Awak Media ini melihat postingan Facebook tersebut, langsung mengkonfirmasi pihak Pelni Cabang Tual, awal di konfirmasi, pihak Pelni sendiri belum mendapatkan Laporan tersebut.

Pimpinan PT Pelni Cabang Tual, dirinya mengatakan belum ada laporan ke kami pihak Pelni, nanti kami cek dulu, “ucap teguh.

Selang beberapa jam kemudian, kepala PT Pelni tual kembali mengkonfirmasi wartawan media ini, lewat percakapan whatsApp, membenarkan
Iya,” jadi kondisinya ketika bapaknya tidur anak itu bangun di tengah malam dan bapaknya waktu bangun tidur anaknya sudah tidak ada, dan dicari keseluruhan kapal, bapaknya telat melapor ke pihak kapal. Menurut informasi kondisi ayah dari anak itu sedang mabuk,” ujarnya.

Teguh Hari Setiadi menambahkan,” Sudah ada berita acaranya dari kapal Km Sabuk Nusantara 106 dan sudah dikirim ke kupp. Inti dari informasinya, ketika ayahnya bangun di tengah malam jam 12’an anaknya sudah tidak ada disebelah nya dan dicari keseluruhan kapal oleh ayahnya tidak ada.

Baca juga:  Jalankan CSR Inovatif, PTBA Borong 3 Penghargaan TOP CSR Awards

Ketika ayahnya mencari dalam kapal dan tidak menemukan baru melapor ke pihak kapal, ayah dari boca tersebut sendiri telat lapor, kondisi ayahnya saat itu mabok. akhirnya pihak kapal membuat berita acara,” ungkap Orang Nomor satu Pelni Cabang Tual itu.

Wartawan: Apri
Publisher; Rendi


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JANGAN COFAS NANTI JADI KEBIASAAN