Informasi Terkini
Home » Hukum & Kriminal » Akun Facebook Bodong, Mengatakan Kades Sedupi Potong Upah Bedah Rumah

Akun Facebook Bodong, Mengatakan Kades Sedupi Potong Upah Bedah Rumah

Photo Hasil Skrishot di laman Facebook, postingan Akun Facebook Sedupi bersahabat

PALI//si.com–Beredar Postingan di media sosial yang mengatakan kepala Desa Sedupi potong Dana untuk upah bedah rumah sebesar Rp 400.000 dan mengatakan untuk memberi pegawai dinas PU dan perangkat Desa.

Hal itu diketahui Tanggal 17 February 2021.setelah beredar di media sosial Grup Facebook Berita Pali Terkini dan Grup Facebook lainya, dengan isi postingan ” maaf admin, ape benar, duit upah tukang dari beda rumah, sebesar 25.00.000 di Potong kadesnye 400.000 untuk ngenjok urang PU dan perangkat Desa, sedangkan waktu penyerahan duit dari pemerintah propinsi dijelaske, duit itu tanpa potongan sepeserpun” dikutip dari akun Facebook Sedupi bersahabat.

Dan postingan di akun Facebook yang sama, juga menuliskan,
“Izin post admin, mohon kiranya
Kepada bapak2 yg terhormat bapak Kapolda Palembang, bapak Kapolres Pali, tolong pak di di lidik kepala desa kami yang bernama A/n……. Kades Sedupi /kecamatan Tanah Abang Kabupaten Pali. Suda berapa banyak beliau korupsi.” Tulisnya

Ditambahkan nya di kolom komentar postingan nya, menuliskan ungkapan bahwa baru-baru ini kades potong dana upah tukang bedah rumah.

“Baru baru ini beliau potong upah tukang beda rumah sebesar 400.000 per KK, sebanyak 130 beda rumah, mengalas kan uang itu memberi orang PU” tulisnya,

Photo Hasil Skrishot di laman Facebook postingan Akun Facebook Sedupi bersahabat

Saat diketahui akun Facebook Sedupi bersahabat memposting perihal tersebut, beberapa Netizen mengomentari hal tersebut dengan bermacam – macam tanggapan, salah satunya mengatakan kalau akun Facebook Sedupi bersahabat adalah akun palsu, atau pemilik akun yang pengecut,

Menanggapi komentar Netizen yang bermacam-macam, akun Facebook Sedupi bersahabat pun membalas dan mengatakan bahwa dia sengaja pakai akun Facebook palsu, namun yang dia ungkapkan itu benar terjadi.

“Kalu aku pakai identitas asli same Bae aku buno diri, tapi apepun yang aku ungkap itu adalah benar terjadi,” tulisnya di kolom komentar postingan nya.

Dia juga mengatakan kalau tidak sanggup bertanya langsung kepada kades, karna dia takut.

“Percuma kte bertanye die ngajak bekapaan. . .ujinye die ngapak urang Idak tebuang” tulisnya.

Photo Hasil Skrishot di laman komentar Facebook postingan Akun Facebook Sedupi bersahabat

Kepala Desa Sedupi, Amran, saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan bahwah yang dikatakan oknum pengguna Facebook itu samasekali tidak benar atau Hoax, dan dia sanggup dibuktikan kalau itu memang samasekali tidak benar.

“Semua yang dikatakan orang di media sosial (Grup Facebook) tentang saya, itu samasekali tidak benar, atau Hoax, dan saya sanggup untuk dibuktikan kepada masyarakat Desa Sedupi yang dapat bedah Rumah, berjumlah 100 Rumah dari pemerintah propinsi, apa pernah saya potong uang seperti yang di isukan orang di akun Facebook tersebut.”Terang Amran.

Kades Sedupi juga mengatakan bahwa isu itu hoak, dan Kades tidak pernah meminta apalagi memangkas dana bantuan seperti yang dituduhkan itu

“Ada 100 penerima bantuan bedah rumah dari Provinsi dan 31 penerima dari Kabupaten PALI. Tetapi bantuan bedah rumah dari provinsi masuk ke rekening koordinator tukang, bukan melalui saya selaku kepala Desa,
Satu koordinator tukang mencakup 10 penerima. Jadi bagaimana mungkin saya memotong bantuan itu,” ucapnya

Masih kata Amran, memang ada koordinator tukang meminta izin untuk meminta dana untuk mengganti biaya pembelian materai dan biayah administrasi pemberkasan, dan dia menyarankan bermusyawarah dulu dengan penerima.

“Memang ada koordinator tukang meminta izin untuk meminta dana untuk mengganti biaya pembelian materai dan biayah administrasi pemberkasan, dan saya sarankan bermusyawarah dulu dengan penerima, hasilnya antara penerima dan koordinator tukang sepakat untuk memberikan dana sebesar Rp 400 ribu per penerima, dari hasil Kesepakatan itu dibuktikan dengan adanya surat pernyataan. Tetapi dana itu sepeserpun tidak pernah masuk ke kantong saya, itu murni diterima koordinator tukang untuk mengganti biayah pembelian materai dan administrasi lainnya serta membayar biaya pengukuran,”jelas Amran.

Terkait beredarnya isu yang merupakan pencemaran nama baik pemerintah Desa Sedupi,
Kades menyatakan bakal melaporkan akun Facebook tersebut ke Polres PALI.

“Untuk sementara ini kami akan menunggu dulu itikad baik dari pemilik akun itu untuk klarifikasi masalah ini dan minta maaf, Tapi apabilah pemilik akun Facebook tersebut tidak ada itikat baik apalagi meminta maaf, maka kami akan lapor ke pihak kepolisian.”tutupnya

 

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*