Manggarai Timur, NTT//SI.com- Proses evakuasi terhadap bocah kelas V SD berinisial GN, yang tenggelam di Danau Rana Mese, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin (04/05/2026) terus dilakukan oleh tim Basarnas.
Pada hari ini Senin tanggal (04/05/2026) sekitar pukul 14.10 wita bertempat di Danau Rana Mese, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur Telah Terjadi Korban Warga Kampung Maras tenggelam di Objek Wisata Danau Rana Mese.
Identitas Korban
Korban bernama lengkap, Germanus Albeno Ngitung alias Greis, umur 10 tahun,jenis kelamin laki-laki, pelajar asal Maras RT 002 RW 001, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.
Sementara saksi dalam peristiwa tersebut yakni ;
Ignasius J D.Riang (teman Korban), 10 Tahun, Katolik, Pelajar, Fransiskud Gandur Santu (teman Korban) 10 Tahun, Katolik, Pelajar, Sebastian Santu (Petugas Pos Wisata Danau Ranamese), dan Alexisius Jebarus ( Anggota MMP Wisata Danau Rana Mese)
Kronologis Kejadian :
Berdasarkan data yang diperoleh media ini, bahwa pada hari Senin, 04 Mei 2026 sekitar pukul 13.30 WITA, korban bersama ketiga temannya pergi ke Danau Rana Mese untuk menangkap ikan.
Sesampainya di Danau Ranamese, korban bersama ketiga temannya naik ke atas sebuah rakit yang berada di lokasi tersebut. Beberapa menit kemudian, korban bersama temannya lompat ke dalam danau.
“Karena korban tidak dapat berenang, korban langsung tenggelam. Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban berusaha memberikan pertolongan dengan berenang ke arah korban. Akan tetapi, kerena arus bawah danau cukup deras dan banyak tumbuhan air sehingga upaya pertolongan tersebut tidak berhasil, dan korban tidak dapat diselamatkan”, ungkap sumber media ini yang tak mau disebutkan namanya
Ia menyebut, karena korban tidak dapat diselamatkan temannya maka mereka berlari menuju pos wisata Danau Ranamese untuk melaporkan bahwa salah satu dari mereka telah tenggelam di danau.
Mendengar laporan tersebut, petugas yang berjaga pada saat itu, yaitu Sebastianus Santu bersama anggota MMP Aleksius Jebarus, segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan upaya pencarian di sekitar titik korban terakhir terlihat. Namun korban belum berhasil ditemukan.
Pantauan langsung media ini Selasa (05/05/2026) pada saat proses evakuasi, pihak petugas Basarnas dan sejumlah warga setempat mendapat sejumlah kendala di lokasi. Kondisi dasar danau berlumpur, dan dipenuhi rumput, serta banyaknya batang kayu yang tenggelam.
Berikut Kronologis Peristiwa Tenggelamnya Seorang Bocah di Danau Rana Mese
Manggarai Timur, NTT//SI.com- Proses evakuasi terhadap bocah kelas V SD berinisial GN, yang tenggelam di Danau Rana Mese, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin (04/05/2026) terus dilakukan oleh tim Basarnas.
Pada hari ini Senin tanggal (04/05/2026) sekitar pukul 14.10 wita bertempat di Danau Rana Mese, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur Telah Terjadi Korban Warga Kampung Maras tenggelam di Objek Wisata Danau Rana Mese.
Identitas Korban
Korban bernama lengkap, Germanus Albeno Ngitung alias Greis, umur 10 tahun,jenis kelamin laki-laki, pelajar asal Maras RT 002 RW 001, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.
Sementara saksi dalam peristiwa tersebut yakni ;
Ignasius J D.Riang (teman Korban), 10 Tahun, Katolik, Pelajar, Fransiskud Gandur Santu (teman Korban) 10 Tahun, Katolik, Pelajar, Sebastian Santu (Petugas Pos Wisata Danau Ranamese), dan Alexisius Jebarus ( Anggota MMP Wisata Danau Rana Mese)
Kronologis Kejadian :
Berdasarkan data yang diperoleh media ini, bahwa pada hari Senin, 04 Mei 2026 sekitar pukul 13.30 WITA, korban bersama ketiga temannya pergi ke Danau Rana Mese untuk menangkap ikan.
Sesampainya di Danau Ranamese, korban bersama ketiga temannya naik ke atas sebuah rakit yang berada di lokasi tersebut. Beberapa menit kemudian, korban bersama temannya lompat ke dalam danau.
“Karena korban tidak dapat berenang, korban langsung tenggelam. Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban berusaha memberikan pertolongan dengan berenang ke arah korban. Akan tetapi, kerena arus bawah danau cukup deras dan banyak tumbuhan air sehingga upaya pertolongan tersebut tidak berhasil, dan korban tidak dapat diselamatkan”, ungkap sumber media ini yang tak mau disebutkan namanya
Ia menyebut, karena korban tidak dapat diselamatkan temannya maka mereka berlari menuju pos wisata Danau Ranamese untuk melaporkan bahwa salah satu dari mereka telah tenggelam di danau.
Mendengar laporan tersebut, petugas yang berjaga pada saat itu, yaitu Sebastianus Santu bersama anggota MMP Aleksius Jebarus, segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan upaya pencarian di sekitar titik korban terakhir terlihat. Namun korban belum berhasil ditemukan.
Pantauan langsung media ini Selasa (05/05/2026) pada saat proses evakuasi, pihak petugas Basarnas dan sejumlah warga setempat mendapat sejumlah kendala di lokasi. Kondisi dasar danau berlumpur, dan dipenuhi rumput, serta banyaknya batang kayu yang tenggelam.
Pewarta : Dody Pan
































