Home » Nusa Tenggara Timur » Wabup Heri Tinjau Langsung Pelayanan Penanganan Pasien Covid-19 Di Kecamatan Cibal Barat.

Wabup Heri Tinjau Langsung Pelayanan Penanganan Pasien Covid-19 Di Kecamatan Cibal Barat.

 

Manggarai, NTT//si.com- Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut pada Kamis (15/07/2021) meninjau langsung pelayanan terhadap pasien yang terpapar Covid-19 di Desa Bangka Ara, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kunjungan itu, Wabup Heri didampingi Kapolres Manggarai Mas Anton Widyodigdo, S.I.K, juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodoviktus D. Moa, bersama anggota POLRI / TNI serta beberapa unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai.

Pada kesempatan itu, Wabup Heri menyampaikan bahwa Kabupaten Manggarai hingga saat ini sudah terdapat 37 orang yang meninggal karena Covid-19.

Wabup Heri juga menjelaskan, sampai sejauh ini Kabupaten Manggarai sudah terhitung sebagai salah satu Kabupaten yang disebut Zona Merah secara Nasional dari 128 Kabupaten / Kota yang ada di Indonesia.

“Kabupaten Manggarai sudah terhitung sebagai zona merah secara secara Nasional dari 128 Kabupaten / Kota yang ada di Indonesia”, Jelas Wabup Heri

Ia juga meminta kepada pemerintah setempat dalam hal ini Camat, Kecamatan Cibal Barat, harus tetap berkoordinasi dengan Babinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa, serta seluruh petugas medis yang ada di Kecamatan untuk memastikan bahwa proses itu berjalan dengan baik.

Wabup Heri juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Bangka Ara untuk selalu menjaga protokol kesehatan yaitu : memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan iteraksi, dan masyarakat juga diminta untuk berpikir positif jika pandemi ini nantinya akan berlalu”, Pintanya.

Pada kesempatan itu juga, Karolus Mance selaku Camat di Kecamatan Cibal Barat menyampaikan, bahwa di Kecamatan Cibal Barat, terlebih khusus di Desa Bangka Ara, terjadinya kasus terpapar Covid-19 itu berawal dari klaster Jakarta dan Ujung Pandang. Ketika ada kegiatan di Desa tersebut, dan mereka sebagai pelaku perjalanan yang sudah terlanjur berbaur dengan masyarakat setempat, sehingga terjadi kontak erat.

“Dari tiga orang yang kita tracing, ada 7 orang yang reaktif positif Covid-19 berdasarkan rapid antigen”, Ungkap Camat Cibal Barat

Dan Puji Tuhan, ke-7 orang yang kemarin kita isolasi secara terpusat, kita sudah jemput dan sudah dinyatakan Negatif”, Lanjutnya

Lebih lanjut Karolus menjelaskan bahwa dalam perjalanan ada lagi klaster yang datang dari Kupang dan Ende, karena sejak merebaknya Covid-19 di Cibal Barat, tim Gugus Tugas bersama petugas Kesehatan telah bersepakat agar memeriksa dokumen yang dibawa pelaku perjalanan dari luar.

“Sebelum berbaur dengan masyarakat kita cek dulu, apakah mereka bawa hasil rapid atau tidak, kalau bawa kita cek lagi, apakah masih aktif atau sudah kadaluarsa. Karena masa berlakunya hanya 2×24 jam, kalau sudah kurang atau lebih dari 24 jam, maka kita arahkan untuk ke Puskesmas agar di rapid kembali”, Tegas Camat Cibal Barat

Penulis : Maria A. Luhu

Editor : Dody Pan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*