Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Katolik Oleh Dirut PT BA

  • Whatsapp

Tanjung Enim//SI.Com--,Dirut PT. Bukit Asam Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan gereja Katolik Santo Yosef Tanjung Enim yang didampingi Bupati Muara Enim merupakan sinergisitas serta bukti nyata kepedulian Pemerintah dan PT. Bukit Asam terhadap umat beragama sebagai implementasi visi misi kabupaten muara enim untuk meningkatkan hubungan masyarakat dan toleransi sesama umat beragama.

Dalam sambutan Ketua Pembangunan Gereja Katolik Santo Yosef Tanjung Enim, Ex. Sigit mengatakan” dengan dasar utama, yaitu pemenuhan kebutuhan umat katolik untuk berdoa dan beribadah secara nyaman, daya tampung gereja saat ini sudah tidak sesuai dengan jumlah populasi umat dan juga fisik bangunan yang sudah membutuhkan untuk dilakukan perbaikan/renovasi untuk itu pada tahun 2020 pastor paroki membentuk panitia renovasi gereja yang bertugas untuk penggalangan dana dan mewujudkan pembangunan gereja ini, design gereja sampai perijinan pembangunan dan konstruksi”

Kemudian katanya” untuk anggaran pembangunan ini membutuhkan dana sebesar 5,4 miliyar rupiah, dan saat ini kita sudah ada dana hasil penggalangan sebesar 2, 230 miliyar rupiah, tentunya dengan dukungan semua pihak dalam waktu yang singkat pembangunan ini selesai” demikian disampaikan ketua panitia Ex Sigit.

Dirut PT. Bukit Asam Suryo Eko Hadianto juga mengatakan” ketua pembangunan telah menyampaikan, dalam penggalangan dana sudah dapat dana sekitar 2 miliar 230 juta rupiah, uang pembangunan yang dibutuhkan sekitar 5,4 miliyar rupiah, dengan kerja panitia ini untuk mengajak kepada umat Katolik yang ada di sini yang hadir untuk investasi untuk akhirat Kalau Anda disuruh pasti milih rumah yang terbaik ini kalau anda iurannya sumbangannya hanya seharga rumah RSS jangan-jangan akhiratnya dapatnya rumah RS3, memang di dalam alkitab disebutkan yang memberikan sumbangan 2 ringgit itu lebih berharga daripada yang sekian dinar tetapi ingat sama kitab itu juga disebutkan bahwa janda tadi janda miskin punyanya hanya 2 ringgit persentase dari kekayaan dia hampir 100%.

Suryo Eko menambahkan” dalam pembangunan rumah ibadah baik di Kabupaten Muara Enim, di Provinsi Sumatera Selatan maupun Indonesia yang terlibat atau membantu pembangunan di Tanjung Enim ini sudah sesuai Noble Purpose Bukit Asam dan menjalankan ibadah dengan tenang dan sekali lagi teman-teman sudah mencanangkan dalam waktu 1 tahun bisa berdiri rumah ibadah ini, dikatakan Yesus berkata runtuhkanlah bait Allah ini Kapan saya bangun kalau bait Allah itu tidak diruntuhkan. pada saat itu juga tidak pernah ada karena dia mengatakan akan bangun selama 3 hari dan ternyata kurang dari 3 hari bait Allah itu sudah bangkit dari kematian, sudah sepakat akan membangun dalam waktu 1 tahun Tunjukkan satu tahun kurang dikit satu Kurangnya banyak bangunan sudah terjadi sudah terbentuk siap untuk mendukung, mudah-mudahan seluruh umat Katolik di Paroki Santo Yosep agar bisa beribadah dengan tenang dan nyaman” ungkapnya.

Sementara dalam sambutan Bupati Muara Enim, diwakili staf ahli Pemkab Muara Enim Ambrullah jamaluddin mengatakan” menyampaikan permohonan maaf dari Pj. Bupati Muara enim, karena tidak bisa hadir ditengah-tengah kita semua yang seyogyanya beliau akan hadir, semoga tidak mengurangi arti dan makna dalam peletakan batu pertama pembangunan gereja katolik santo yosef hari ini”

 

Lanjutnya” dalam kesempatan ini saya mengucapkan selamat kepada seluruh umat katolik di wilayah keuskupan agung palembang , yang mulia bapa monsinyur yohanes harun yuwono pada perayaan ekaristo, 10 oktober 2021 di gereja Santo yosef palembang.

 

sayapun memberikan dukungan atas niat baik dan tulus dari dewan pastoral paroki santo yosef tanjung enim atas rencana renovasi dan pengembangan bangunan gereja katolik tertua, hal ini juga sudah saya sampaikan dikantor bupati saat menerima panitia pembangunan, dan merupakan kewajiban kami pemerintah untuk memfasilitasi tersedianya rumah ibadah bagi masyarakat melalui dinas penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu ( DPMPTSP )

 

” Sudah menjadi komitmen dan prioritas pemerintah untuk membina umat beragama dikabupaten muara enim dalam memberikan perlindungan dan kenyaman dalam beribadah, serta untuk menjadikan muara enim yang relegius, muara enim merakyat, muara enim untuk rakyat, serasi, mandiri, agamis dan sejahtera ( SMAS )

 

Hadir dalam peletakan batu pertama tersebut, Uskup Emeritus keuskupan Agung Palembang, Bupati Muara Enim, Dirut PT. BA beserta Ibu, Ketua DPRD Muara Enim, Direktur Operasi Produksi PT. BA, Kepala Kantor Kementerian Agama Muara Enim, Ketua FKUB Muara Enim, Dandim 0404 Muara Enim, Kapolres Muara Enim, GM UPTE, Kepala Kejari Muara Enim, Camat Lawang Kidul, Kapolsek Lawang Kidul, Danramil 404-05 Tanjung Enim, Lurah Pasar Tanjung Enim dan Lurah Tanjung Enim, serta para Romo, Minggu, 17/10/2021.

 

(MUR/SI.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *