Pelanggan PDAM Mengeluh Aliran Air Kurang Maksimal, Begini Jawaban Direktur


125 shares

PALI//SI.Com–, Masyarakat Talang Nanas Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan. Mengeluh atas pelayanan Prusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah. Pasalnya 2 Minggu terakhir air mengalir kurang maksimal.

Menurut Joni, Sudah 2 Minggu terakhir di Talang Nanas, Air PAM tidak ngalir. “Sebagian kecil ngalir, apalagi yang di dataran rendah. tapi di tempat kami Talang Nanas Zona 4, sudah 2 Minggu ini tidak ngalir sama sekali. Kalau sebelumnya ngalir walaupun tidak setiap hari, biasanya dalam 3 hari sekali ngalir, saat ini bak air sudah 2 Minggu kering kerontang, padahal bayar tagihan tiap bulan harus lancar.” Ungkap Joni kepada awak media ini.

Terpisah Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah Puryadi didampingi Kabag Pelayanan Pelanggan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Kantor PDAM Tirta PALI Anugerah, Jalan Merdeka Km 5 Golf permai kelurahan Handayani Mulia Kecamatan Talang Ubi, Jum’at (26/11), beliau mengakui kalau hal tersebut terjadi karena saat ini pengiriman dari Inlet pompa ke pelanggan masih banyak kendala atau belum maksimal,

“Pertama Pompa kita yang di Simpang Raja belum berfungsi, belum lagi adanya kerusakan jaringan salah satunya as valve dibeberapa titik ada yang bocor, belum lagi pasokan listrik kadang tidak maksimal,

Buat memenuhi kebutuhan air bersih untuk pelanggan yang jumlahnya 4.000an terpaksa kita gilir, Tapi kalau pompa kita di Simpang Raja berfungsi, maka pasokan air bersih bisa 24 jam mengalir ke rumah pelanggan,” terangnya.

Puryadi juga menghimbau kepada pelanggan agar tunaikan kewajiban, yaitu bayar tagihan tepat waktu, dan jangan mengambil air secara ilegal, apalagi sampai merusak jaringan.

“Bayarlah tagihan tepat waktu, dan jangan mengambil air secara ilegal, karna pihak kami sudah mulai menertibkan pelanggan, Akhir-akhir ini kami dapati pelanggan yang merusak meteran air, ada juga yang memutar meteran sehingga tagihan tidak semestinya, padahal dari tagihan itulah kita gunakan untuk membayar listrik dan lainya agar pelanggan bisa dapat air lagi.” Imbuhnya.

Kabag Pelayanan Pelanggan juga menjelaskan kalau pihak PDAM belum bisa berbuat leluasa terkait banyaknya jaringan line dan Valve yang bocor, “Itu masih tanggung jawab Pemerintah Kabupaten PALI, dalam hal ini Dinas Perkim. Karna pihak kami terimah sarana selsai, saat ini belum selsai dan belum diserah terimahkan oleh perkim ke PDAM, Jika sudah menjadi tanggung jawab pihak PDAM, tidak mungkin dibiarkan, karna akibat banyak jaringan dan Valve yang bocor otomatis aliran air semakin tidak maksimal, dan pihak PDAM yang semakin banyak di hujat oleh masyarakat, terkhusus pelanggan.” Jelasnya.

Dia juga mengatakan soal penertiban pelanggan, mereka tidak serta merta asal memutuskan jaringan tanpa ada kesempatan dan berita acara yang jelas, setiap pemutusan jaringan line, sudah pasti ada berita acaranya, “Biasanya setiap pemutusan itu sebelumnya pihak kita dengan pelanggan sudah berkoordinasi dahulu, alasan di putuspun juga jelas tertuang dalam berita acara.” Tutupnya.

 

Penulis: Eddi Saputra


Like it? Share with your friends!

125 shares

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *