Lagi-lagi Desa Curup dilanda Banjir, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Berharap Solusi Permanen Dari Pemerintah


161 shares

PALI//SI.Com–, Sungguh memprihatinkan yang dialami masyarakat bermukim di bantaran sungai Lematang, terkhusus Desa Curup, Sukaraja, Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatra Selatan. Yang setiap tahun menjadi langganan Banjir musiman. Namun apa daya, hal seperti ini sudah menjadi pemandangan biasa sejak zaman nenek moyang dahulu.

Hal ini dikatakan Toko masyarakat yang sejak lahir tinggal di Desa Curup. Hermanto, dari penuturan nya dia sangat berharap, pemerintah dapat mencarikan solusi permanen agar air sungai Lematang tidak masuk ke pemukiman warga Desa saat musim banjir.

“Saya pribadi juga mewakili masyarakat sangat berharap ada solusi permanen terhadap banjir yang setiap tahun menggenangi pemukiman, sebelumnya pemerintah desa bersama masyarakat sudah melakukan pemetaan rencana pembuatan jalan lingkar di bantaran sungai lematang, masalah mendasar terkait hibah tanah masyarakat yang terdampak rencana pembangunan jalan lingkar tersebut sudah 100% dan pengajuan kepada dinas terkait sudah dilakukan, bahkan sudah tidak kurang dari 3 kali pengecekan ke lapangan baik dari 10 SKPD, TNI, dan Dinas terkait, sehingga harapan masyarakat pembuatan jalan Lingkar bantaran Sungai Lematang dapat segera direalisasikan, karena saya yakin dengan dibangunnya jalan lingkar tersebut akan menjadi tanggul untuk menahan ketinggian air sungai lematang masuk ke area pemukiman, dan hal tersebut sudah terbukti, dengan mencontoh pemukiman warga di sebelah lematang sudah digenangi air mencapai ketinggian dua meter, sementara di sebelah selatan jalan umum kondisi masih kering, karna air terbendung jalan raya.” Ujar Hermanto.

Photo Dokumentasi Tim, meninjau desa Curup kebanjiran, ketinggian air mencapai lantai teras rumah panggung

Di tempat terpisah, Toko pemuda sekaligus Ketua DPC GENCAR Kabupaten PALI, Abu Rizal, saat dibincangi awak media ini, di kediaman nya, Jum’at (14/01) dia sangat berharap pemerintah segera dapat menemukan Solusi agar derita masyarakat yang sejak zaman dahulu bisa teratasi di zaman pemerintahan yang sekarang.

“Saya sangat berharap agar Pemerintah bisa secepatnya merealisasikan harapan yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat terkait penanganan banjir di daerah bantaran sungai Lematang, terkhusus desa kami, mengingat desa ini menjadi langganan banjir, bisa lima sampai enam kali dalam satu tahun, dengan ketinggian air capai 1,5 sampai 2 Meter.” Jelas Abu Rizal.

Dia juga menambahkan, banjir sangat berdampak dengan perekonomian di Desa Curup, karna sebagian besar masyarakat mayoritas petani, jika banjir dengan ketinggian mencapai satu setengah meter bahkan lebih, masyarakat sudah tidak bisa lagi ke kebun, dan secara otomatis tanaman musiman pun akan mati karna terendam, itulah sebabnya masyarakat sangat berharap agar pemerintah yang sekarang ini dapat merubah kekhawatiran menjadi kegembiraan. dan itupun akan menjadi catatan sejarah untuk dikenang generasi yang akan datang.

 

Tim.


Like it? Share with your friends!

161 shares

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *