Home » Nusa Tenggara Timur » Diduga CV. Antarkita Kecewakan Pelanggan, GMNI Manggarai Mendatangi Kantor PLN Ruteng

Diduga CV. Antarkita Kecewakan Pelanggan, GMNI Manggarai Mendatangi Kantor PLN Ruteng

Ruteng,NTT//SI.com– Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai mendatangi Unit Pelanggan PLN Ruteng atas dugaan penipuan oleh CV. Antarkita terhadap pelanggan listrik atas Nama Damianus Wahe warga Desa Loce, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT.

CV. Antarkita merupakan salah satu Fendor yang mitra dengan ULP PLN Ruteng dalam melakukan penjaringan dan instalasi meteran listrik.

Damianus Wahe yang diwakili anak perempuannya Kristina Meliana Idal yang didampingi oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai kepada SI.com Selasa (23/2/2021) mengisahkan awal kejadian sejak tahun 2017 dimana CV. Antarkita mendatangi kantor Desa Loce untuk melakukan sosialisai pemasangan meteran Listrik. Pihak Fendor bekerja sama dengan aparat Desa Loce untuk meminta uang meteran kepada masyarakat Desa Loce.

“CV. Antarkita mendatangi kantor Desa Loce tahun 2017 untuk sosialisasi pemasangan meteran listrik. Saat itu pula Pihak Fendor bekerja sama dengan aparat Desa untuk meminta uang kepada masyarakat guna membeli meteran liatrik” kisah Kristina yang disapa Melni

Ia juga menyampaikan sebagian masyarakat Desa Loce sampai saat ini meteranya sudah terpasang tetapi sebagiannya belum, seperti rumah Bapak Damianus Wahe.

“Yang lain meteranya sudah pasang dan sudah menikmati listrik, tetapi kami sampai sekarang belum dipasang oleh CV. Antarkita. Kita sudah bayar lunas. Jumlah uang sebesar Rp. 2. 524. 650 dengan bukti kwitansi yang ditandatangani oleh Albertus A. Gon, salah seorang aparat Desa Loce” jelas Melni

Pada kesempatan itu juga Ketua GMNI Cabang Manggarai, Eman Suryadi menyampaikan mereka mendatangi Kantor ULP PLN Ruteng untuk meminta pertanggungjawaban pihak PLN sebagai lembaga yang juga merepresentasi Negara dalam pengelolaan dan pengusahaan listrik untuk kepentingan umum. Dalam hal ini Jelas Suryadi, GMNI mendesak pihak ULP PLN Ruteng untuk bertanggungjawab terhadap mitra kerjanya yang diduga nakal.

“Kita mendatangi PLN terkait sebuah persoalan dugaan penggelapan uang salah seorang calon pelanggan PLN senilai Rp 2.524.650, oleh salah satu mitra PLN yaitu CV. Antarkita di Desa Loce, Kecamatan Reok Barat” ujar Suryadi

“Ini adalah persoalan yang serius dan mungkin hanya salah satu persoalan terkait kelistrikan yang terjadi di Manggarai, Oleh karena itu, GMNI mendesak PLN agar sigap dan tegas dalam menangani persoalan ini.
Artinya kita meminta komitmen dari pihak PLN dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal” Tambahnya

Sementara itu Manager ULP PLN Ruteng melalui Andika, Supervisor Pelayanan Umum PLN Ruteng menyampaikan berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang membantu masyarakat dalam membawa persoalan ini ke PLN. Masukan dan pengaduan seperti ini adalah bentuk dukungan kepada pihak PLN dalam memberikan pelayan publik yang baik.

“Selanjutnya, kami akan menghubungi pihak Mitra terkait untuk dimintai keterangan. Jika sudah ditemukan titik terangnya, kita akan menyelesaikan persoalan ini secepatnya” Tutur Andika

Sementara itu, Direktur CV. Antarkita Ferdinandus Sunarto, melalui via seluler kepada SI.com mengakui atas kekeliuran itu. Ia berjanji untuk bertanggung jawab dan siap untuk memasang meteran terhadap pelanggan atas nama Damianus Wahe.

“Kami keliru dan siap untuk bertanggung jawab dan akan memasang meteran itu secepat mungkin terhadap pelanggan atas nama Damianua Wahe”, Tutupnya.

Penulis: Dody Pan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*