Home » Ekonomi » Angka Kemiskinan PALI Menurun Dibandingkan 16 Kabupaten Lain Di Sum-sel

Angka Kemiskinan PALI Menurun Dibandingkan 16 Kabupaten Lain Di Sum-sel

Penukal Abab Lematang Ilir// SI.Com–Jumlah angka Kemiskinan penduduk kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Menurun, dan turun paling tinggi dibandingkan dengan 16 kabupaten kota yang ada Provinsi Sumatera Selatan (Sum-sel)

Hal itu diketahui saat digelarnya Rapat pembahasan rancangan Teknokratik RPJMD tahun 2021-2026, di aula Kantor Bupati PALI, kamis (07/01)

Berdasarkan data yang dihimpun, angka penurunan penduduk miskin kabupaten PALI tahun 2020, sebesar 0,85% dari tahun 2019.

“Jika tahun 2019 jumlah penduduk miskin sebesar 13,47%, namun di tahun 2020 jumlah penduduk miskin di Kabupaten PALI menjadi 12,62%. Data itu kami dapat dari Biro Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan,” ungkap plt. Kepala Bappeda kabupaten PALI, Ahmad Jhoni.

Terkait rapat, Ahmad Jhoni juga mengatakan bahwa tujuan dari digelarnya rapat untuk pemantapan RPJMD tahun 2021-2026. “Untuk itu setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI, harus menyiapkan database. Apalagi pasca pilkada, kita harus menyiapkan RPJMD 2021-2026,” tukasnya.

Disinggung adakah perubahan dari RPJMD 2016-2021 dengan RPJMD 2021-2026, kepala Bappeda mengungkapkan bahwa ada perubahan.

“Perubahan pasti ada karena di tengah wabah pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi serta target nasional yang berbasis ekonomi digital dan industri 4.0. Jadi seluruh OPD sudah menyikapi, karena harus disesuaikan dengan target provinsi hingga disesuaikan dengan target dari pemerintah pusat,” tutupnya.

“Untuk penekanan RPJMD 2021-2026 setiap OPD fokus pada pemulihan ekonomi dan penanganan covid-19, artinya indikator makro harus ditingkatkan, seperti penurunan jumlah pengangguran, penurunan jumlah penduduk miskin dan lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekda PALI, Syahron Nazil menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuat rancangan kegiatan anggaran dengan mematuhi asas-asas Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).

“Rencanakan apa yang akan dilaksanakan, serta laksanakan apa yang sudah direncanakan. Serta kita juga harus bersiap untuk menghadapi Recofusing anggaran, karena masih berada di tengah wabah pandemi covid-19,” ungkapnya.

 

(Eddi s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*