Akses Wilayah Lumbung Padi Di Bangun Pemkab PALI

  • Whatsapp

PALI//SI.Com--,Mendukung program Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan swasembada pangan di wilayah Bumi Serepat Serasan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten PALI membangun jalan pada akses pesawahan Desa Pengabuan Kecamatan Abab, dimana pada lokasi pembangunan merupakan lumbung padi di kabupaten yang baru berusia 8 tahun itu.

 

Dikatakan Sephy Hendika Plt kepala Dinas PU melalui Resty Restina Pengawas pekerjaan itu bahwa perencanaan pembangunan jalan pesawahan sudah dilakukan dari awal tahun, yang meliputi pembukaan badan jalan, pengerasan dan pengecoran jalan dengan panjang lebih kurang 500 meter.

 

“Anggarannya berasal dari APBD kabupaten PALI tahun 2021 senilai lebih kurang Rp 1,4 milyar, dan alhamdulillah saat ini telah dimulai pekerjaan proyek tersebut,” kata Resty, Jumat (24/9/21).

 

Diakui Resty bahwa jalan pesawahan Desa Pengabuan merupakan prioritas pembangunan, karena jalan itu baru kali ini akan dibangun dalam menggenjot perekonomian masyarakat terlebih lokasi pembangunan ini merupakan wilayah lumbung padi.

 

“Sehingga apabila akses ini dicor beton maka diharapkan petani padi bisa lancar dalam beraktivitas serta mempermudah petani dalam mengeluarkan hasil panennya,” harapnya.

 

Pada pelaksanaan proyek pembangunan jalan pesawahan, Resty juga bakal intens mengawasi pihak ketiga agar hasilnya nanti bisa sesuai perencanaan.

 

“Sebelumnya kami telah menentukan titik nol yang melibatkan pemerintah desa, pihak ketiga juga konsultan. Dan kami selalu arahkan pihak ketiga agar mengerjakan sesuai ketentuan. Juga kami berharap dukungan semua elemen masyarakat agar bersama-sama mendukung program pemerintah supaya kedepan pembangun sarana publik seperti proyek ini bisa berkelanjutan,” jelas Resty.

 

Sementara itu, Emen salah satu warga sekitar menyebut bahwa untuk pembangunan akses itu baru kali ini dilakukan yang sebelumnya kondisi jalan itu sulit ditempuh.

 

“Kami harapkan pembangunan jalan ini bisa rampung dari ujung ke ujung sehingga kami sebagai petani yang setiap hari melalui jalan ini lancar dalam melakukan aktivitas. Sebelumnya kami sering terjebak lumpur apabila jalan ditimpa hujan, terlebih saat musim panen, kami selalu kesulitan dalam mengeluarkan padi hasil panen kami,” ucap Emen.

 

(Eddi s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *