Warga Tanding Jaya ”Dampak Pekerjaan Proyek Normalisasi Sungai Cuan ,Air Kotor Banjiri Halaman Rumah Kami ”

  • Whatsapp

PALI//SI.Com–,Dampak dari pekerjaan normalisasi sungai Cuan dari Desa Persiapan Marga Mulya tembus ke Desa Persiapan Tanding Jaya Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatra Selatan, dua Rumah Warga tanding jaya kebanjiran hinga air kotor masuk kehalaman sampai ke pondasi rumah.

Hal itu disampaikan salah satu warga yang namanya berinisial T, Saat di wawancarai awak media ini di rumah kepala dusun satu Desa Persiapan Tanding Jaya Jum’at (15/10). Dia mengatakan beberapa hari yang lalu halaman rumah milik nya dan tetangganya sempat kebanjiran setinggi pondasi “Sempat saya tegor oprator alat berat yang sedang bekerja mengeruk sungai, karna akibat dari kegiatanya arus air tak terbendung hingga membanjiri halaman rumah kami, bahkan air yang kemaren jerni berubah menjadi kotor, hingga pada waktu itu sempat juga di tegor kades dan diminta agar sungainya di bendung dulu supaya arus air tertahan dan tidak lagi menjadi penyebab banjir”Terang T.

Di tempat yang sama, Sulani, kepala dusun satu Desa Persiapan Tanding Jaya, saat dimintai keteranganya dia membenarkan ungkapan warga nya, bahkan dia menjelaskan kalau pekerjaan normalisasi sungai Cuan bukan dari usulan masyarakat. “Pekerjaan normalisasi itu bukan atas usulan dari masyarakat, di kerjakan secara tiba-tiba tanpa diusulkan.”jelas Sulani

photo dokumentasi saat meninjau normalisasi sungai Cuan di Desa persiapan tanding jaya.

Terpisa, PjS Kepala Desa Persiapan Tanding Jaya, Suparmin saat dikompirmasi di Rumah kepala Desa  Karang Tanding,   dia mengatakan masyarakat tanding jaya belum terlalu butuh normalisasi sungai, ‘Nah kalau jaringan internet, pembangunan jalan itu sangat kami butuhkan,  bahkan pekerjaan penggalian sungai itu kami belum tau siapa pemborong nya, apa nama CV atau PT yang mengerjakan, apalagi dananya bersumber dari mana kami juga belum tau.  Bahkan kemaren itu  sempat kami tegor dan kami minta oprator yang menggali sungai itu dibendung dulu, karena warga saya sempat protes akibat dampak dari penggalian itu arus air tak terbendung dan banjiri halaman rumahnya. Ditambah lagi air itu sangat kotor, sementara di hilir galian ada ternak ikan kami di aliran itu, kami sangat khawatir akan berdampak buruk pada ikan-ikan itu. “kata Kades

Kades juga berharap kedepan nanti pemerintah dan dinas terkait lebih memprioritaskan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat ketimbang memperbanyak embung dan normalisasi sungai, “ kami jelas kecewah bilamana kedepan masih saja memprioritaskan embung dan normalisasi sungai, kami berharap akan lebih memprioritaskan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti, jalan, jaringan internet, serta sanitasi air bersih” Harap PJS Kades.

Pihak dari pekerjaan proyek normalisasi sungai Cuan, yaitu Suni sebagai pengawas pekerjaan dari CV Sapta Putra Jaya, saat di mintai keterangannya terkait protes warga dan pemerintah setempat, melalui saluran telpon Sabtu (16/10) Suni mengatakan itu adalah proyek Pemdah untuk masyarakat, mungkin bisa ada disitu  dari usulan masyarakat,  pekerjaan kira-kira sudah sebulan lebih, diperkirakan sudah mencapai 40%, proyek ini dari Pemdah,”terang Suni.

(Eddi s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *