Pengerjaan Jalan Desa Suka Damai Terkesan Kurang Maksimal, BPD Akan Layangkan Surat Ke Dinas PU

  • Whatsapp
Photo jalan Desa suka damai

PALI//SI.Com–,Pembangunan ruas jalan Dusun Bulukuring Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diprotes warga. Sebab, pekerjaan yang menelan APBD sebesar Rp. 1.854.443.000 tahun anggaran 2021 tersebut terkesan tidak maksimal.

Proyek pengerasan jalan yang dikerjakan CV. Penukal Jaya Mandiri dengan Nomor Kontrak: 094/PKK/SPK/PJBKDGGDSK/DPU.PALI/VIII/2021 tersebut menjadi pusat perhatian warga sekitar karena diduga tidak sesuai dengan sfesifikasi pekerjaan.

“Menurut pendapat kami selaku rakyat umum hasilnya tidak maksimal, kurang cocok, kalau pendapat kami rakyat kecil batunya kurang, ketebalannya banyaklah pasir, jalan yang rusak itu tidak ada batunya,” kata beberapa warga Dusun II saat dibincangi di depan rumahnya, Kamis (16/09/2021).

Menurut mereka, pada awal pekerjaan sempat beberapa warga melayangkan protes saat pengiriman material.
“Pertama masuk batu ini langsung diprotes warga, waktu didepan SMP, pokoknya lama mobil dump itu terparkir tidak boleh menghampar, tapi kami heran pekerjaan ini tetap dilaksanakan, karena kami rakyat kecil tidak akan didengar,” ungkap mereka.

Hal senada juga diungkapkan Herman, Mintaria, Siman yang tidak menerima hasil dari pelaksanaan pekerjaan jalan di desanya.
“Belum maksimal, tidak memuaskan. Kalau pengerasan itu banyak batunya, ini banyaklah pasirnya, jadi ditempat tanah yang lembut rusak lagi,” ujar mereka.

Mereka menyebutkan, meski pihak rekanan memasang papan proyek, pelaksana pekerjaan terkesan ada yang ditutupi alias tidak transparan. Sebab, pekerjaan yang memakan anggaran milyaran rupiah itu tidak mencantumkan volume pekerjaan.
“Menurut didepan itu ketebalannya kurang lebih 8 cm, itu depan rumah saya. Sepanjang jalan ini sudah ada empat titik yang rusak,” jelas mereka.

Ditempat terpisah, salah satu anggota BPD Suka Damai sudah menyampaikan protes langsung kepada pihak pelaksana pekerjaan.
“Tempo hari saya sudah menegur langsung kepihak pemborong, pihak pemborong berjanji akan menambah batu yang kurang, diakui juga pihak pemborong banyak batu yang kurang, itu disampaikan kepada saya oleh Des anak Saleh selaku kordinator lapangan,” terangnya.

Dia menuturkan, bahwa pihaknya memang wajib mengawasi dan menegur kepada pelaksana pekerjaan di desanya.

“Siapapun mencari uang terserah, tetapi pembangunan harus sesuai dengan standar, karena setiap pengusaha sudah pasti mencari keuntungan,” tuturnya.
Menurut dia, hasil dari investigasi dilapangan, pihaknya menemukan kurangnya volume ketebalan pengerasan jalan. Pihaknya sudah mengumpulkan dan menyimpan bukti-bukti hasil pekerjaan.
Dia menyebut, ketebalan tidak sesuai, kurang lebih 5 cm.
Selain itu, dirinya sangat menyesalkan pelaksana pekerjaan tidak melibatkan pihaknya.
Menanggapi temuan itu, pihaknya akan menindaklanjuti dengan menyampaikan langsung permasalahan tersebut kepada pihak-pihak terkait.

“Kami otomatis akan membuatkan surat dengan tujuan ke PU ataupun instansi terkait walaupun Kejaksaan, Kejari, kami mau menindaklanjuti,” tutupnya.

Sementara itu, Project Manager CV. Penukal Jaya Mandiri Zaerman mengatakan akan menindaklanjuti keluhan warga yang disampaikan kepada pihaknya.

“Mhon maaf ndo seblum nya, Perkerjaan kmi msh banyak kekurangan Dikarena kan cuaca hujan terus dilokasi. Sampai skarang pekerjaan kmi msh di kerjakan,” tulisnya dipesan Whatsapp, Jumat (17/09/2021).

Dia menegaskan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki titik spot jalan yang rusak.

“Mohon sabar dgn keadaan cuaca msh hujan, Iyo ndo itu tanah nya boyok karena hujan kmaren Itu, pasti kami perbaiki lgi. Hari ini mobil batu kmi sdh bisa masuk lagi di lokasi, Kontrak kmi sampai bln desember 2021, Disini nanti kmi pasang gorong2 supaya air nya tdk tegenang lgi mhon sabar ndo,” terang dia.

Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *