Pemkab Muara Enim Siap Menjadi Lumbung Energi Alternatif


106 shares

Muara Enim//SI.com–,Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo melaksanakan kunjungan kerja di Bumi Serasan Sekundang dalam rangka meresmikan pembangunan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME), senyawa organik ramah lingkungan yang dihasilkan dari gasifikasi batu bara sebagai alternatif bahan bakar pengganti elpiji di Kawasan Industri Tanjung Enim (KITE), Desa Penyandingan dan Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Senin, (24/01).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa ia telah berkali – kali menyampaikan mengenai hilirisasi, pentingnya industrialisasi, dan pentingnya mengurangi impor. Sudah 6 tahun yang lalu, telah diperintahkannya, tapi Alhamdulillah hari ini meskipun jangka 6 tahun belum bisa dimulai, Alhamdulillah hari ini bisa dilakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME, ucapnya.

” Kemudian, Jokowi menyebutkan bahwa impor LPG Indonesia tinggi sekali mencapai 80 triliunan dari kebutuhan 100an triliun impornya. Itupun juga harus disubsidi sampai ke masyarakat karena harganya sangat tinggi, subsidinya antara 60 – 70 triliun, imbuhnya.

 

“Dalam pertanyaan saya, apakah ini kita mau terus – terusan, impor terus?,” kata Jokowi. Yang untung negara lain dan yang terbuka lapangan pekerjaan di negara lain, padahal kita memiliki bahan bakunya, kita memiliki raw materialnya, yaitu batu bara, yang dirubah menjadi DME, bebernya.

 

“Menurutnya hampir mirip dengan LPG, setelah melihat langsung, antara api LPG dan DME untuk memasak, sama saja. Kalau ini yang dilakukan, yang di Bukit Asam ini, yang bekerja sama dengan Pertamina dan Air Products bisa sudah berproduksi bisa mengurangi subsidi dari APBN sebesar 7 triliun kurang lebih.

 

Kalau semua LPG nanti disetop dan semua pindah ke DME tentunya besar sekali uang 67 triliun itu akan bisa dikurangi subsidinya dari APBN, ini yang terus dikejar selain akan memperbaiki neraca perdagangan karena tidak impor, ungkapnya.

 

Jokowi juga mengungkaplan”, dengan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME akan mampu membuka 11 – 12 ribu lapangan pekerjaan, dan kalau ada 5 proyek DME seperti ini di Indonesia akan ada 70 ribu lapangan pekerjaan akan tercipta, belum lapangan pekerjaan tidak langsung sekitar 2 – 3 kali lipat. Makanya ini dikejar terus, untuk memastikan selesai, dari 30 bulan seperti yang ditargetkan.

 

“Jangan ada mundur – mundur lagi. Dan harapan nantinya, setelah disini selesai, dimulai lagi di tempat lain, karena proyek DME ini hanya bisa mensuplai Sumsel dan sekitarnya kurang lebih 6 jutaan KK, karena deposit jauh dari cukup untuk urusan DME ini,” demikian harap Jokowi.

 

Hadir mendampingi Presiden Jokowi pada kesempatan ini Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat Muhammad Yusuf Ateh, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arsal Ismail, Jajaran MIND ID dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Nicke Widyawati serta Presiden dan CEO Air Products and Chemicals, Inc (Air Products) yang hadir secara virtual dari Amerika Serikat.

(MU/SI)


Like it? Share with your friends!

106 shares

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.