Pembangunan Jalan Telkom menuju Gang Pasundan Terkesan Asal Jadi

  • Whatsapp

PALI//SI.Com–,Pembangunan Jalan Cor Beton Jalan Gang Telkom menuju Gang Pasundan Kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir provinsi Sumatera Selatan Terkesan di kerjakan asal jadi oleh kontraktor.

Pembangunan tersebut melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman yang di kerjakan oleh pihak ketiga Penyedia jasa CV. Bumi Nusantara Indah. No kontrak, 028/132/SP/TR/DPKP/2021.Nilai Kontrak Rp.394.125.000,-Sumber Dana APBD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir TA 2021.

 

Namun sangat disayangkan pembangunan jalan tersebut terkesan asal jadi dan sembrono dapat terlihat dari ketebalan cor beton pinggir tebal namun di tenga tenga coran terlihat tipis, serta dapat di lihat dari Batu untuk bahan coran jalan menggunakan batu campur alias batu batu pecah di campur batu bulat, ungkap salah satu pengamat pembangunan kabupaten PALI (N.P.RM). Selasa (16/11).

Selain itu dapat di lihat dari sisi pengerasan tidak menggunakan batu aggregat namun yg di gunakan hanya batu krokos serta terlalu tipis pengerasannya.

Apa benar Spek dan RAB proyek tersebut seperti itu atau akal akalan kontraknya supaya dapat untung besar, perihal ini patut di ragulan dan di pertanyakan,’ Tambahnya.

Dan juga terkait dari sisi pengawasan dari Dinas dan konsultan pengawaspun dapat di anggap lalai,’ jelasnya kepada awak media.

Saya ZN (38) dan teman saya ASN(40) sebagai Putra Daerah Pali Yang bergelut di bidang Jasa Konstruksi (red. Konsultant maupun Kontraktor) sangat teriris melihat hasil dari Pembangunan di bidang Inprastruktur yang ada, proyek sebesar itu di duga di kerjakan oleh pihak ketiga hanya memprioritaskan “Profit Oriented” hingga dalam pelaksanaan Saya kira Melalaikan metoda pelaksanaan maupun persyaratan Teknis yang di isyaratkan, Seperti Base, sub Base, material, maupun Kualitas Beton sendiri, sehingga hasil Pekerjaan berdampak pada kuat beton, usia beton. Bisa dilihat dari gejala awal yaitu aus beton, retak-retak, penurunan jalan.

Namun ini pekerjaan yang komplek artinya sinergi Perencaan, Pelaksanaan dan Pengawasan yang di tunjuk oleh stek holder dalam hal ini SKPD terkait (Red. Dinas Perkim Kab. PALI).

Saya duga ketiga element penting ini kurang melakukan koordinasi maupun rekoordinasi yaitu peran dan fungsi Supervisi – Kontraktor dan Dinas Terkait.

Jika pengawasan dan Koordinasi rutin tiap permasalahan maupun perkembangan kegiatan, untuk memenuhi tuntutan persyaratan yang di isyaratkan serta mengacu pada metoda pelaksanaan tentu hasilnya di duga tidak seburuk itu.” ujarnya, saat di konfirmasi awak media.

Saat pihak Dinas perkim dikonfirmasi pihak media melalui via WhatsApp namun belum ada tanggapan.

Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *