Pegiat Media Harap Harga Advertorial Juga Meningkat Pasca BBM Naik


PALI//SI.com- Pasca naiknya harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, para pegiat pers yang menggantungkan hidupnya dari industri media massa, berharap harga belanja publikasi berupa iklan dan advertorial juga meningkat.

Hal itu, sebagaimana diungkapkan Joko Sadewo, S.H, M.H., pemilik surat kabar PALI POST dan portal berita kabarpali.com, kepada beberapa awak media, Jumat (09/09).

Menurut Josa, panggilannya, saat ini seluruh kebutuhan hidup mengalami peningkatan harga, sebagai efek domino dari naiknya harga BBM. Maka, penghasilan masyarakat juga mestinya harus ditingkatkan. Tak terkecuali para pekerja media. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka.

“Sekarang seluruh kebutuhan rumah tangga naik. Oleh karenanya pemerintah diminta turut mempertimbangkan untuk mendongkrak penghasilan masyarakat. Jika tidak, maka angka kemiskinan akan terus bertambah,” tuturnya.

Saat ini, tambah Josa, beberapa sektor mulai menyesuaikan harga. Dari jasa potong rambut, hingga ojek online pun telah menaikkan tarif mereka. Maka, sudah menjadi suatu keharusan jika harga belanja publikasi iklan dan advertorial juga naik.

“Para pekerja media massa menggantungkan hidupnya dari sumber utama penjualan iklan dan advertorial. Sedangkan biaya produksi media telah mengalami kenaikan. Terutama media cetak. Jika tak ada penyesuaian harga langganan, iklan dan publikasi advertorial, maka bukan tak mungkin akan banyak media massa yang tak bisa lagi survive, dan atau justru menempuh cara-cara yang melawan hukum dan melanggar etika profesi,” tukas pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini, khawatir.

Oleh karenanya, menurut Josa, para mitra media massa, terutama pemerintah, mutlak harus melakukan penyesuaian harga publikasi tersebut, dan segera membuat dasar aturan. Termasuk memperbaharui Surat Perjanjian Kerjasama (SPK).

“Jangan sampai pemerintah seakan maunya menjual (BBM) dengan harga mahal, tapi giliran membeli (publikasi iklan) maunya harga murah. Ini zholim namanya!” tegasnya.

Baca juga:  Kepala Desa Pagar Bulan Lakukan Pelelangan Penyeberangan Demi Meningkatkan  PAD

Untuk itu, ia juga mengajak seluruh insan pers di seluruh Indonesia memperjuangan kepentingan tersebut. Sehingga dapat menjadi perhatian khusus para mitra. Terutama pemerintah pusat maupun daerah.

“Ayo kita suarakan kepentingan kita ini. Jangan sampai terlupa, oleh asyiknya memperjuangan kepentingan pihak-pihak lain. Sedangkan urusan perut kita dan keluarga kita sendiri, justru terabaikan,” ajaknya.

Sebagaimana viral diberitakan belakangan ini, Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar bersubsidi, dan Pertamax pada Sabtu (3/9/2022). Hal itu pun sontak membuat harga jual barang dan jasa juga mengalami kenaikan.

Diketahui, harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, atau ada peningkatan sebesar 30,72%. Sedangkan harga Pertamax naik 16,00%, dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Red.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berkarya Dewek