Kepsek Muara Damai Di Duga Menyewa Aparat Untuk Menutupi Kesalahan


Redaksi sarana informasi.com

Banyuasin, Si.com// Dalam laporan orang tua wali murid dari SDN 19 Desa muara damai kecamatan Sembawa kabupaten Banyuasin Vropinsi Sumatra Selatan, menceritakan bahwa ada pungutan biaya untuk pembelian Rapot dan buku mata pelajaran, ( 31/07/2023 )

Menurut orang tua wali murid SDN 19 kecamatan Sembawa yang enggan di sebut kan namanya, setiap tahun penerimaan wali murid kelas baru kelas 1 wali murid diminta oleh kepala sekolah uang untuk pembelian Rapot sebesar 50,000 lima puluh ribu rupiah untuk menebus Raport dan buku pelajaran satu buku itu 50,000 lima puluh ribu rupiah, sedangkan saya dengar di sekolah SDN di desa lain buku dan Rapot tidak di pungut biaya sepeserpun gratis, tandasnya Wali murid yang enggan di sebut kan namanya,

Di jelaskan nya lagi, kepala sekolah SDN,19 ini datang jam 9 pagi bahkan lebih dan begitu juga dengan para guru sehingga murid Murid SDN 19 ini berangkat nya siang kami tanya dengan anak kami katanya guru kami datang nya siang juga pak, itu jawaban dari anak kami, jadi kami orang tua wali murid pertanyakan apa itu di benar kan pak tandasnya,

Saat di konfirmasi kepsek SDN 19 hanya bilang, maaf ini dengan siapa jawab nya, ok ada bisa kami bantu, jawab nya lagi ya pak, jawab nya lagi nanti ya pak lagi yasinan takziyah, jawab ibu kepala sekolah SDN 19 muara damai kecamatan Sembawa saat di konfirmasi melalui WhatsApp

Dan sampai berita ini di terbitkan kepala sekolah SDN 19 muara damai henpon nya tidak aktif dan tidak bisa menjawab hanya terkesan di lihat saja WhatsApp nya

Baca juga:  PPWI Bertemu Pejabat Bareskrim, Wadirtipideksus: Binsan Simorangkir Akan Ditindak Tegas.

Di balik pendiam nya ibu kepsek, saat meminta awak media datang untuk makan bersama di kedai sate pak kumis yang beralamat di kelurahan serong kecamatan talang kelapa kabupaten Banyuasin

ternyata kepsek menyimpan gelagat yang membuat awak media tidak merasa nyaman dan membuat ketersinggungan dua awak media turut hadir dalam pertemuan itu, korwil, pengawas sekolah, dan yang sangat di sayangkan kepsek minta pendampingan dari polisi yang mana polis tersebut mengaku dari Polda seakan akan kepsek tersebut ingin menjebak dua awak media sehingga membuat dua awak media merasa tersinggung

Editor Pahrul Ed šŸ‡®šŸ‡©


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JANGAN COFAS NANTI JADI KEBIASAAN