Di Duga Proyek Siluman Berasal Aspirasi Ketua DPRD Banyuasin 


Redaksi sarana informasi.com

BANYUASIN, Si.com//Terkait adanya pembangunan yang tidak jelas di Lapangan Munai serumpun, Kebanggaan masyarakat Kota Pangkalan balai, Awak media meminta tanggapan Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin yang diduga bangunan tersebut berasal dari aspirasinya.(2/8/23)

Selain bangunan tersebut berasal dari aspirasinya, DPRD Kabupaten Banyuasin memiliki fungsi pengawasan terhadap pembangunan yang ada di Kabupaten Banyuasin ini.

Namun sayang, ketika dihubungi Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin hanya menjawab singkat dengan menyarankan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum.

“Konfirmasi ke Pekerjaan Umum (PU) karena bidang kontruksi PU,”Singkatnya. Selasa, 1/8/23.

Sebelumnya diberitakan Diduga Proyek Siluman, Dan Asal-Asalan Ada Di Ibu Kota Pangkalan Balai kecamatan Banyuasin lll

Proyek siluman diduga ada di Ibu Kota Kabupaten Banyuasin, tepatnya di lapangan sepakbola Munai serumpun Banyuasin lll

Selain diduga siluman, proyek tersebut juga dikerjakan asal-asalan, hal tersebut terlihat dari pantauan awak media dilapangan.

pondasi bangunan yang tidak jelas untuk apa tersebut tanpa adanya cor balok, terlihat galian pondasinya hanya tiga inci kedalam.

Tidak hanya itu, bangunan tersebut juga diduga tidak menggunakan besi behel agar daya tahan dari batu tersebut bisa kuat.

Melihat hal tersebut, awak media sempat bertanya dengan salah satu warga yang namanya tidak mau disebutkan, bahwa bangunan tersebut bernilai ratusan juta rupiah diduga berasal dari Pokir Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin.

“Pembuatan tribun lapangan munai serumpun, pakai besi tidak justru asal-asalan, sudah 2 hari tukaņgnya tidak bekerja lagi. itu dana aspirasi ketua DPR nilainya ratusan juta rupiah,”Kata warga yang sempat ditanya , Selasa. 1/8/23.

Ditambahkannya, batu hanya di tempel-tempelkan saja, tanpa adanya besi agar pondasi kuat, ukuran 3.5 x 3.5, tega benar membangun Ibu kota kok seperti ini dengan menggunakan uang Negara.

Baca juga:  Air Sungai diduga Tercemar, Menuai Kecaman Berbagai Elemen Masyarakat 

“Sangat tidak masuk akal, bangunan 3,5 X 3,5 anggaran ratusan juta rupiah, ditambah proses pembangunannya asal-asalan lagi, ini Ibu Kota kok loh. Kami harapa aparat penegak hukum seperti Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Banyuasin maupun Kejari Pangkalan Balai bertindak,”Ujarnya. Sembari meninggalkan awak media

Editor Pahrul Ed 🇮🇩


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seeet✋, Tidak boleh Copas, Izin dulu pada yg punya Media.🙏