PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem hidrometeorologi yang rawan terjadi selama musim hujan.
Kepala BPBD Kabupaten PALI, Ir. Ahmad Hidayat, S.T., MM, menyampaikan bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang berpotensi memicu berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan jaringan listrik yang dapat membahayakan keselamatan warga.
“Cuaca ekstrem harus disikapi dengan kesiapsiagaan bersama. Dampaknya bisa meluas apabila tidak diantisipasi sejak dini, baik oleh pemerintah maupun masyarakat,” ujar Ir. Ahmad Hidayat, S.T., MM, saat menyampaikan keterangannya kepada media, Selasa (16/12/2025).
BPBD PALI mengingatkan masyarakat tidak membuang sampah di sungai, saluran air, got, maupun gorong-gorong, karena dapat menghambat aliran air dan memicu banjir. Masyarakat juga diimbau melaksanakan kerja bakti secara rutin untuk membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing.
Bagi warga yang tinggal di daerah ketinggian atau wilayah rawan longsor, BPBD meminta agar selalu memperhatikan kondisi tanah, terutama apabila muncul retakan atau pergerakan tanah. Jika terjadi tanda-tanda longsor, masyarakat diminta segera meninggalkan lokasi demi keselamatan jiwa.
Selain itu, masyarakat diimbau memantau kondisi pohon besar, tiang listrik, reklame, baliho, serta penerangan jalan umum (PJU) yang berpotensi tumbang akibat angin kencang. Saat hujan lebat disertai petir, warga diminta tidak berteduh di bawah pohon, baliho, reklame, tiang listrik maupun PJU, serta tidak menggunakan handphone di luar ruangan guna menghindari risiko tersambar petir.
“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan pengecekan instalasi listrik di rumah. Instalasi yang terkena air dapat menyebabkan korsleting dan berpotensi memicu kebakaran,” tambahnya.
BPBD PALI juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati di sekitar aliran sungai, serta selalu menjaga dan mengawasi anak-anak, terutama saat debit air meningkat.
Ir. Ahmad Hidayat, S.T., MM menegaskan bahwa imbauan ini secara rutin disampaikan BPBD PALI, baik secara langsung kepada masyarakat maupun melalui media massa dan berbagai kanal informasi lainnya. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen BPBD PALI dalam meningkatkan edukasi dan kesiapsiagaan bencana di tengah masyarakat.
“BPBD PALI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, mulai dari pencegahan, edukasi, hingga penanganan darurat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.
BPBD PALI mengajak seluruh masyarakat segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat terkait cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten PALI melalui layanan darurat 112, yang aktif 24 jam tanpa dipungut biaya. (35).
































