Sarana Informasi Banner

Terkendala Cuaca, Upaya Pencarian Korban Tanah Longsor di Goreng Meni untuk Sementara Dihentikan

 

Manggarai Timur, NTT//SI.com- Upaya pencarian korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Jumat (23/01/2026) untuk sementara dihentikan karena terkendala cuaca.

Hujan yang melanda wilayah manggarai Timur khususnya di Kecamatan Lamba Leda masih cukup intens dan adanya potensi longsor susulan menghambat proses pencarian korban.

Upaya pencarian korban Jumat (23/01/2026) dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, S.S yang bertolak pagi hari menuju lokasi bencana.

Pencarian korban melibatkan unsur TNI, Polri, tim dari Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Manggarai, Tim Pos SAR Manggarai Barat, BPBD Manggarai Timur, Pemerintah Kecamatan Lamba Leda dan masyarakat.

Pencarian dilaksanakan dalam kondisi hujan sampai dengan kurang lebih pukul 17.00 wita.

Wakil Bupati memastikan bahwa upaya pencarian masih akan berlanjut pada Sabtu (24/01/2026).

“Pencarian akan kita lanjutkan esok, semoga kondisi cuaca akan lebih baik sehingga upaya pencarian bisa lebih maksimal. Besar harapan besok korban yang tertimbun akan kita temukan.” ungkap Wabup Matim

Data terakhir yang diterima dari pihak Kecamatan Lamba Leda terkait bencana tanah longsor di Goreng Meni menyatakan bahwa pada Kamis (23/01/2026) Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni seluruhnya terisolasi. Kampung Pau adalah wilayah lainnya yang juga terdampak. Rumah yang tertimbun adalah milik Kongradus Lasa dan 2 korban hilang yang masih dalam pencarian atas nama Theresia Resem (45 thn) dan Yustina Mira (18 tahun).

Tiga rumah lainnya yang juga terdampak adalah milik Adrianus Pau (Kp Pau), Hendrikus Nawa dan Paulus Hasmin keduanya di Kampung Tuwa.

Korban luka yang berhasil dievakuasi dan dirawat di Puskesmas Benteng Jawa pada Kamis (22/01/2026) diketahui atas nama Albina Ria (49 thn) dan Apri Nikolaus Aca (3 tahun). Selanjutnya dilaporkan bahwa Albina Ria dinyatakan meninggal pada Jumat (23/01/2026).

Kerugian materil dari bencana juga dilaporkan terdapat puluhan hektar sawah dan kebun masyarakat, dan 4 ekor kerbau yang tertimbun material longsor.

Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan juga telah membuka posko kesehatan dengan tenaga kesehatan dan obat-obatan yang memadai dan berlokasi di Pustu Goreng Meni untuk melayani korban terdampak bencana. Posko kesehatan telah dibuka sejak Kamis (23/01/2026).

Logistik yang telah diturunkan oleh Pemda Manggarai Timur antara lain: beras sebanyak 750 kg, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan dan peralatan tidur yang bersumber dari stok logistic bencana Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur.

Selain itu juga telah dibuka posko bencana yang terpusat di Dinsos Matim dan telah menerima berbagai bentuk sumbangan dari ASN dan masyarakat untuk disumbangkan kepada korban bencana.

Sumber : Prokopim Matim

Pewarta : Dody Pan

WARNING: DILARANG COPAS

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang