Sejumlah Umat Gereja Stasi Maras Keluhkan Lahan Parkir yang Belum Jelas, Sementara KK Sudah Kumpulkan Uang

 

Manggarai Timur, NTT//SI.com- Sejumlah umat Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Maras, yang berlokasi di Maras, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, keluhkan lahan parkir yang hingga kini belum jelas peruntukannya.

Pasalnya, sejumlah umat Gereja di Stasi tersebut mengaku telah mengumpulkan uang sebesar Rp. 250. 000 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) per-kepala keluarga (KK) untuk pembebasan lahan guna untuk tempat parkir di Kapela Stasi Gereja St. Fransiskus Xaverius Maras.

YS, salah satu umat di Paroki tersebut menyebut, bahwa dirinya sebagai umat di Stasi itu telah mengumpulkan uang sebesar Rp. 250.000 untuk pembebasan lahan di halaman Gereja Stasi Maras guna untuk tempat parkir.

“Poli kami kumpul seng ga, gici dua ratus lima puluh ribu per-KK kudu lahan parkir Stasi Gereja, ai lorong tegi de Ketua Stasi kudu lahan parkir (Kami sudah mengumpulkan uang sebesar Rp. 250.000 per-Kepala Keluarga (KK) atas permintaan Ketua Dewan Stasi untuk lahan Parkir”, ungkap YS menggunakan bahasa daerah Manggarai, yang juga identitasnya diminta untuk dirahasiakan

Ia juga menyebut bahwa, hingga kini lahan parkir tersebut belum jelas peruntukannya, bahkan lahan tersebut dari hasil pantaunnya telah diambil kembali oleh salah satu pemilik lahan atas nama Hendrikus Gon, bahkan telah ia pagari.

Sementara, Hendrikus Gon, selaku salah satu pemilik lahan tersebut, saat dikonfirmasi Wartawan Media ini pada Minggu (01/03/2026) sore, dirinya menjelaskan bahwa, awalnya ia menjual tanah tersebut untuk dijadikan lahan parkir di Stasi Gereja St. Fransiskus, seharga Rp. 35. 000.000 (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah) dengan ukuran 11×23.

Ia menyebut bahwa, awalnya tanah miliknya itu dibeli untuk pembebasan lahan, dan untuk dijadikan lahan parkir di Stasi Gereja Stasi Maras, pada sekitar tahun 2019 yang lalu.

“Pembayarannya dilakukan secara menyicil, dan saya hanya 3 kali saja menerima pembayaran. Pada waktu itu mereka barjanji, pada saat acara syukuran Kapela yang waktu kalau saya tidak salah pada tahun 2022, akan dilunasi semua, tetapi janji itu tidak ditepati hingga saat ini”, kata Hendrikus selaku salah satu pemilik lahan kepada Wartawan media ini, Minggu (01/03/2026)

Hendrikus menambahkan bahwa, pada saat ini dirinya telah mengambil kembali lahan tersebut karena pihak Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius belum melunasi pembayaran sesuai dengan kesepakatan awal.

Hendrikus juga mengaku bahwa pada saat itu dirinya bertemu empat mata dengan ketua dewan stasi atas nama Yohanes B Okalung, yang juga sebagai Kepala Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.

Sementara Ketua Dewan, Yohanes B. Okalung, Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Maras, yang juga selaku Kepala Desa Golo Loni, saat dikonfirmasi Wartawan media ini melalui sambungan telephone WhatsApp, membenarkan adanya pengumpulan dana sebesar Rp. 250.000 per-KK di Stasi tersebut.

Ia menyebut bahwa, pembayaran kepada pemilik lahan belum dilunasi, karena belum semua Kepala Keluarga (KK) di Stasi tersebut mengumpulkan dana.

Tetapi ia juga mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui bahwa uang yang dijanjikan belum diberikan kepada pemilik lahan tersebut.

“Toe di manga denge laku nggo e toe di manga teing (Saya belum dengar bahwa belum diberikan kepada pemilik lahan)”, ungkap Yohane menggunakan bahasa daerah Manggarai saat dikonfirmasi Wartawan Media ini via sambungan telephone WhatsApp

Ia juga mengakui bahwa uang kesepakatan tersebut belum dilunasi semua kepada pemilik lahan.

“Maunya saya lihat lagi dibuku, karena ada bukunya”, kata Ketua Dewan Gereja St. Fransiskus Xaverius Maras, yang juga Kepala Desa Golo Loni, saat dikonfirmasi media ini via sambungan telephone WhatsApp.

Pewarta : Dody Pan

© 2025 SaranaInformasi.com | Media Cetak & Online
Portal Berita Akurat & Berimbang