Ruteng, NTT//SI.com- Paket Hery-Fabi nomor urut dua atau pasangan calon Bupati dan calon wakil Bupati Kabupaten Manggarai, periode 2024-2029, Herybertus G.L. Nabit dan Fabianus Abu melakukan kampanye disejumlah titik di Kecamatan Langke Rembong.
Pada Minggu (17/11/2024) Hery Nabit didampingi istri dan rombongan yang tergabung dari tim sukses pemenangan paket Hery-Fabi dan sejumlah kader dari Partai Koalisi pengusung dan pendukung melakukan kampanye di rumah gendang Tadong Karot, Kecamatan Langke Rembong.
Sebelum masuk dirumah gendang Tadong Karot, yang merupakan titik kampanye dari Paket Hery-Fabi, sejumlah masyarakat menyambut Hery Nabit dengan teriakan “Ganti Bupati Gagal”.
Pantauan media ini dalam video yang beredar dimedia sosial, Hery Nabit didampingi istri berjalan kaki menuju rumah gendang Tadong Karot diiringi teriakan ” Ganti Bupati Gagal” oleh sejumlah masyarakat.
“Ganti Bupati, Ganti Bupati Gagal..!!!”, teriakan sejumlah masyarakat menyambut kedatangan calon Bupati Manggarai periode 2024-2029, Hery Nabit
Teriakan Ganti Bupati gagal tersebut dibalas dengan teriakan nomor dua oleh para pendukung paket Hery-Fabi.
“Nomor dua, nomor dua..!!!”, teriak dari para pendukung paket nomor dua sambil mengangkat dua jari keatas, membalas teriakan dari masyarakat yang berteriak Ganti Bupati Gagal
Sehari sebelumnya, yakni pada Sabtu (16/11/2024) Paket Hery-Fabi berencana melakukan kampanye di Kampung Taga, Kelurahan Golodukal, Kecamatan Langke Rembong. Namun, rencana tersebut batal, karena sejumlah tokoh adat dari tiga rumah gendang, dan satu rumah adat Tambor kampung Taga menolak keras atas rencana kunjungan Paket Hery-Fabi di Kampung Taga.
Penolakan rencana kunjungan Hery-Fabi dikampung Taga, karena dinilai Hery Nabit tidak menepati janji kampanyenya pada tahun 2020 setelah terpilih menjadi Bupati Manggarai.
“Kami warga Taga telu gendang (Tiga Rumah Gendang) dan ca mbaru Tambor (Satu rumah adat Tambor) menolak kedatangan Hery Nabit”, teriak kurang lebih belasan warga Taga itu, disambut dengan teriakan Tolak…Tolak…Tolak…Bupati Gagal oleh warga lainnya
Hubertus Lendang, salah satu warga Taga, mengungkapkan alasan penolakan terhadap kunjungan Hery-Fabi. Ia menyatakan bahwa pada kampanye tahun 2020, Hery Nabit menjanjikan untuk menata “Pong Panas” (Wae Kolang) menjadi tempat wisata guna menghidupkan ekonomi masyarakat setempat.
“Dulu Hery Nabit berjanji kepada kami, warga Taga, untuk menata ‘Pong Panas’ sebagai tempat pariwisata yang bisa menghidupkan ekonomi masyarakat kecil. Namun, hingga hari ini, belum ada realisasi. Itulah salah satu alasan kami menolak kehadiran Paket Hery-Fabi,” tegas Hubertus saat diwawancara awak media ini pada Sabtu, (16/11/2024).
Selain “Pong Panas,” Hubertus juga menjelaskan bahwa selama kepemimpinan Hery Nabit, kurang lebih empat tahun, banyak jalan rusak di Taga yang tidak perna diperhatikan.
“Banyak jalan rusak di Kampung Taga yang belum direhab selama kepemimpinan Hery Nabit. Padahal, kami mendukung Hery Nabit saat itu karena melihat slogan ‘Perubahan’ untuk Manggarai secara keseluruhan dengan harapan membawa perubahan. Namun, hingga saat ini, kami tidak merasakan perubahan tersebut”, jelas Hubertus
Zakarias Jerahu juga mengungkapkan kekecewaan atas janji Meldyanti Hagul pada saat kunjungan kampanye di Kampung Taga tahun 2020. Saat itu, Meldy menjanjikan pembentukan kelompok Dasawisma khusus untuk para ibu-ibu.
“Banyak janji-janji kampanye tahun 2020 yang belum terealisasi, salah satunya Dasawisma yang saat itu Ibu Meldy janjikan khusus untuk para ibu-ibu,” tutur Zakarias
“Jika hari ini ada penolakan, jangan tanya kepada kami terkait alasannya. Tanyakan langsung kepada Pak Hery atau Ibu Meldy Hagul, pasti mereka tahu”, tutupnya
Penulis : Dody Pan
0 Comments