Manggarai Timur, NTT//SI.com- Aktivis kemanusiaan Teo Hanpalam mendesak Kepolisian Resor Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) segera proses terduga pelaku penganiayaan yang dilakukan Oknum wartawan inisial AK yang menggeruduk dan menganiaya wartawan Media Online dengan korban inisial FJ pada Senin (31/03/2025) malam.
Aktivis kemanusian dan juga Kandidat Doktor Universitas Diponegoro, Teo Hanpalam, Mengecam keras tindakan penganiayaan tersebut.
Dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini via WhatsApp pada Selasa (01/04/2025) malam, Teo mengancam akan menggeruduk Mabes Polri apabila Polres Matim tidak menahan pelaku penganiayaan tersebut.
“Saya melihat foto korban di sosial media, korban berinisal FJ itu mengalami luka memar di bagian matanya, sampai berdarah. Itu diduga dikeroyok oleh oknum sesama wartawan. Itu sangat menyedihkan,” ujar Teo dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, (01/04/2025) malam
Aktivis kemanusiaan Teo Hanpalam itu juga mengaku sangat menyayangkan sikap oknum tersebut.
“Saya sangat menyayangkan, menurut keterangan pihak Polres Manggarai Timur, diduga pelaku sudah diamankan. Namun, faktanya pelaku masih posting status di media sosial facebook milik pribadinya,” sesal Teo
Ia juga meminta penjelasan terkait hal itu kepada Kapolres Manggarai Timur.
“Saya meminta penjelasan kepada Kapolres Manggarai Timur, apakah benar sudah diamankan atau tidak, kalau sudah diamankan, kenapa yang bersangkutan masih posting status di akun facebook pribadinya, mana yang benar?”, tanyanya
Kandidat Doktor Universitas Diponegoro itu mengancam akan melaporkan Kapolres Manggarai Timur ke Mabes Polri di Jakarta, apabila pernyataan pihak Polres yang menyatakan bahwa terduga pelaku penganiayaan itu tidak benar ditahan.
“Saya akan laporkan atau kirim surat ke Kapolri terkait Kapolres Manggarai Timur. Karena, Polres Manggarai Timur ini telah melakukan kebohongan publik. Kalau tidak diproses, apakah oknum ini kebal hukum, atau meremehkan penegak hukum,” tegas Teo
Ia melanjutkan, bahwa persoalan sesama wartawan, persoalan apapun harus diselesaikan dengan baik, bukan dengan penganiayaan.
“Saya pikir, apapun persoalan mereka, harusnya diselesaikan dengan duduk bersama mencari solusi terbaik, bukan dengan menggunakan kekerasan,” Tutup Aktivis Kemanusiaan itu.
Pewarta : Dody Pan
0 Comments