Home » Informasi » DIDUGA OKNUM KADUS BESERTA ADIKNYA ANIAYA WARGA DESA SEKALIGUS TETANGGANYA.

DIDUGA OKNUM KADUS BESERTA ADIKNYA ANIAYA WARGA DESA SEKALIGUS TETANGGANYA.

MALANG,//sarana informasi.com (di lansir dari media bratapos.com)

Sebagai perangkat Desa, bukannya memberikan contoh yang baik terhadap Masyarakat, justru melakukan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan. Seperti yang terjadi di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Yang mana oknum Kepala Dusun (Kasun) tersebut diduga telah bertidak arogansi yang dibantu adiknya melakukan penganiayaan terhadap warga yang juga sekaligus tetangganya sendiri.

Diketahui Oknum kasun yang berinisial IS (40) telah bersama – sama dengan kedua orang adiknya yang berinisial HR (32) dan inisial MAT (38) Warga Dusun Sidomarto, (Rt 24, Rw 05) Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kamis (21/5/2020), telah melakukan pengeroyokan kepada korban yang bernama Sulistiono (38) yang tidak lain adalah tetangganya sendiri.

Menurut keterangan yang berhasil di himpun Bratapos.com, terjadinya tindak pidana pengeroyokan tersebut, berawal dari unit sepeda motor suzuki smash milik Sugeng, yang di gadaikan kepada Sulistiono, namun sebelumnya melalui HR , namun saat Sugeng hendak menebus motornya tersebut, tak melalui HR selaku perantara, dari sanalah awal penganiayaan dan pengeroyokan tersebut terjadi.

Namun melalui pesan WhatsApp Kades Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Heriyanto, saat ditanya terkait kejadian tersebut tepatnya Kamis 21 Mei 2020, malam pukul, 20.00 Wib mengatakan, bahwa, pihaknya belum mengetahui hal tersebut dan dirinya telah berjanji akan melakukan klarifikasi kepada Kasun Sidorenggo.

“Ngapunten mas.. korban belum ada pengaduan ke Desa, Besok (hari ini, red) saya klarifikasi dulu ke pak Kasun,”terang Heriyanto Kepala Desa Sidorenggo.

Menurut Sukris (47), warga setempat selaku saksi yang pada saat kejadian penganiayaan dan pengeroyokan terjadi sempat mengingatkan kepada Oknum kasun IS dan Kedua adiknya (HR & MAT,red) untuk tidak melakukan anarkis, bahkan dirinya yang sempat melerai aksi brutal tersebut, menyarankan untuk diselesaikan secara kekeluaragaan jangan sampai terjadi penganiayaan dan pengeroyokan yang dinilai itu melanggar hukum.

“Ini bulan puasa pak kasun jangan ribut, kamu itu disini Kepala Dusun menjadi panutan orang banyak, ayo kerumah saya, masalahnya diselesaikan dengan cara baik-baik saja,”Pintanya Sukris (saksi) saat melerai kegaduhan.

Masih menurut saksi, bahwa pihaknya saat melerai aksi pengeroyokan tersebut, juga mendengar ancaman yang dilontarkan oleh IS yang mengancam hendak membunuh korban, dan begitu juga sempat membentak Sukris untuk tidak ikut campur urusannya.

“Tak pateni koen sak iki tak pateni, (saya bunuh kamu sekarang saya bunuh), awakmu ojo melok-melok gek gene ganok preman-premanan, (kamu jangan ikut campur disini tidak ada preman-premanan),”Ujar Sukris tirukan ancaman IS (Kasun) yang sok jagoan tersebut.

Sementara itu, menurut pengakuan Sulistiono selaku korban penganiayaan dan pengeroyokan Kasun sekeluarga, dirinya sempat heran dan tak menyangka kenapa seorang perangkat desa yang juga sekaligus seorang tokoh Masyarakat berbuat lagaknya preman kampung, diceritakan pula, setelah penyelesaian soal gadai motor dengan Sugeng, Korban dihadang dijalan oleh IS, HER dan MAT tanpa banyak bicara langsung ketiga para pelaku langsung menghujani beberapa begom mentah secara bergantian seakan kebal hukum, sembari berteriak-teriak akan membunuh dirinya.

“Saya heran dan bingung saat saya usai meluruskan permasalahan terkait gadai motor, waktu saya diperjalanan hendak pulang kerumah, tiba-tiba saya dihadang sama pak Wo (pelaku IS) beserta adik-adiknya (HOR dan MAT) . kemudian badan saya dipegang setelah itu saya dikroyok, muka saya ditonjoki berulang kali,” Tandasnya.

Tidak terima dirinya dianiaya dan dikeroyok, Sulistiono langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Ampelgading guna meminta perlindungan agar masalah yang sedang menimpanya untuk diproses secara hukum.

“Saya tidak terima, saya akan terus menuntut secara hukum karena saya sudah dianiaya secara fisik sampai luka dan lebam semua kepala saya, pokoknya saya tidak terima”,Pungkasnya.
Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*